Home Politik 2020 Politik Dinasti Kembali Ramai Diperbincangkan

2020 Politik Dinasti Kembali Ramai Diperbincangkan

399
0

Bahaya Politik Dinasti di Indonesia

Oleh : Sarda

Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

MEDANPolitik dinasti kembali ramai diperbincangkan Publik di massa pilkada serentak 2020, Setelah banyak elit politik seperti Keluarga pejabat yang kini ingin bertarung didalam dunia politik.

Politik dinasti adalah kekuasaan yang secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga  yang masih terikat dengan hubungan darah tujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan. Dengan dinasti politik pergantian kepemimpinan mirip kerajan sebab Kekuasaan di wariskan turun temurun dari pemilik dinasti kepada ahli warisan agar kekuasaan tetap berada di lingkungan keluarga.

Praktek politik dinasti ini terlihat dalam setiap pesta demokrasi baik pilkada maupun pemilu. Dari ayah, kakak, adik, suami dan istri kerap meramaikan bursa pencalonan.

Secara regulasi, memang hal ini tidak menyalahi aturan tapi tidak bagi secara etis ini tentu tidak sehatan bagi demokrasi kita.

MPR, RI, Politik Dinasti, hal ini berakibat pada banyaknya pemimpin lokal yang menjadi politisi dengan pengaruh besar, hingga sanak keluarga termasuk anak dan istri berbondong bondong untuk dapat terlibat dalam sistem pemerintahan.

Dampak buruk politik dinasti sebagai berikut :

Pertama, politik dinasti menghambat fungsi ideal partai politik calon yang dipilih bukan calon yang sudah di seleksi dan melalui proses kaderasi melainkan hanya berdasarkan popularitas dan kekerabatan dengan pihak petahanan.

Kedua, Tertutupnya kesempatan bagi masyarakat yang memiliki kapasitas dan keunggulan untuk tampil dan siap mencalonkan diri sebagai pemimpin bukan yang hanya berasal dari lingkaran elite kekuasaan yang sesuka hatinya saja.

Ketiga, Sulitnya mencapai clean and good governance karena fungsi kontrol melemah dan semangkin tingginya potensi korupsi, kolusi dan nepotisme. dapat membuat orang yang tidak memahami mengenai ranah politik malah menduduki kursi jabatan dan sebaliknya menghalangi seseorang yang paham mengenai ranah politik malah tidak mempunyai tempat untuk menjabat. 

Maka dari itu dinasti politik bukanlah sistem yang tepat untuk diterapkan di negara kita, sebab negara Indonesia menerapkan sistem Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Bukanlah negara dengan sistem pemerintahan monarki yang memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan.

Jadilah, pemilih yang cerdas dimaksudkan sebagai pemilih yang sebelum menggunakan hak pilih perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman akan beberapa hal yang cukup sebelum memutuskan pilihannya, mengingat pada tahun 2020 ini Indonesia akan melakukan pemilihan kepala daerah sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here