Home Entertainment Dody Irawan berharap Pilkada Serentak 2020 menghasilkan pemilihan berkualitas

Dody Irawan berharap Pilkada Serentak 2020 menghasilkan pemilihan berkualitas

680
0

Desember mendatang kita akan menjalani pemilihan kepala daerah di Kota Medan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, Wakil Bendahara PC IPNU Kota Medan Dody Irawan berharap Pilkada Serentak 2020 menghasilkan pemilihan berkualitas. Menurutnya, perlu meningkatkan partisipasi pemilih dan membumikan gerakan antipolitik uang.

Saat ditemui di kantor PWNU Sumatera Utara Jln. Sei Batang Hari No 52 Medan kamis (16/07/2020), Dody Irawan berharap terwujudnya pemilihan berkualitas. Ada dua hal penting yang baginya menjadi penentu keberhasilan Pilkada Serentak 2020.

“Pertama, menggaungkan antipolitik uang. “Belum ada ‘zero’ politik uang. Karena itu kita harus memiliki kesamaan pandangan untuk menolak politik uang sehingga melahirkan pemilihan yang jujur, Jika pemilihan terpercaya akan mampu melahirkan pemimpin yang amanah sehingga terwujud pemerintahan yang baik, yang dipercaya oleh rakyat. Hal ini akan berkontribusi dalam melahirkan pemerintahan yang bersih tanpa Korupsi, terangnya”.

Dia melanjutkan, hal kedua jika kita ingin meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 karena dengan tingginya partisipasi pemilih bisa menjadi tolak ukur peningkatan kepercayaan publik terhadap pemilihan. Kalau partisipasi masyarakat tinggi, maka kepercayaan publik terhadap hasil pemilu juga tinggi. Hal ini akan mempengaruhi stabilitas pemerintahan,” ungkapnya.

Aktivis pelajar yang juga wartawan disalah satu media online ini memaparkan, sosialisasi harus kembali di masifkan oleh KPU maupun BAWASLU Kota Medan agar masyarakat punya atensi besar dalam penyelenggaraan pilkada. Karena itu, dirinya menekankan pentingnya mengakomodir kelompok masyarakat rentan, khususnya memberikan akses kepada penyandang disabilitas.

“Dari segi regulasi, semua orang, termasuk kelompok rentan memiliki hak yang setara untuk memilih tanpa diskriminasi. Yang termasuk kelompok rentan berdsarkan pengalaman Pemilu 2019 diantaranya adalah pasien rumah sakit, pekerja pabrik, tahanan, pemilih pemula, dan mahasiswa,” sebutnya

Dody menambahkan, ada beberapa syarat terwujudnya pemilihan yang berkualitas. “Pertama adil gender. Kedua, penyelenggara pemilu harus mampu mengajak pemilih milineal. Selain itu penyelenggara pemilu juga harus mampu memastikan akses bagi kelompok minoritas,”imbuhnya.

Metamorfosis Bawaslu mengalami peningkatan kewenangan sebagai bentuk kepercayaan publik. “Bawaslu yang dulu hanya menjalankan fungsi pemerintahan kini menjadi Bawaslu yang melindungi hak-hak kedaulatan rakyat. Kewenangan pencegahan, pengawasan, dan penindakan semakin memberikan jaminan kualitas pemilu yang hasilnya berdasarkan keinginan rakyat,” sambungnya.

Mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini pun menyatakan, kesuksesan Pemilu 2019 bisa terulang. Dia bilang, penyelenggaraan Pemilu 2019 menjadi rumit karena Bawaslu harus mengawasi lima surat suara pada waktu bersamaan. “Bawaslu pun patut bersyukur, hasil proses Pemilu 2019 yang cukup baik,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here