Home ARTIKEL MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DIMASA PANDEMI COVID – 19

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DIMASA PANDEMI COVID – 19

351
0

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DIMASA PANDEMI COVID – 19

(PENULIS) Rizky Wahyuni

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Rizkywahyuni816@gmail.com

ABSTRAC

COVID-19 has become epidemic, so governments in various countries have implemented lockdowns or quarantines. The Indonesian government has appealed to residents to stay indoors and isolate themselves. One of them is that the Indonesian government applies the PSBB regulation which stands for Large-Scale Social Restrictions made in the context of Handling COVID-19. In this social distancing effort, the Indonesian government has also restricted activities outside the home such as educational activities that have been carried out through online learning.

Online learning is carried out by utilizing technology, especially the internet. Online learning is carried out using a distance learning system, where Teaching and Learning Activities (KBM) are not carried out face-to-face. Learning is carried out using media, both printed (module) and non-print (audio / video) media, computers / internet, radio and television broadcasts. In online learning, students can become less active in conveying their aspirations and thoughts, so that it can lead to learning that’s saturating. A student who experiences boredom in learning will experience progress in learning outcomes. Therefore, a driving force is needed to move students so that the spirit of learning can have learning achievement. In this case the role of counseling teachers is very important, in this paper will explain about learning motivation during the pandemic.

Key words : children’s learning motivation during the Covid-19 pandemic

ABSTRAK

COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di bebagai negara telah menerapkan lockdown atau karantina. Pemerintah Indonesia telah menghimbau warga untuk tetap di dalam rumah dan mengisolasi diri. Salah satunya Pemerintah Indonesia menerapkan aturan PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dibuat dalam rangka Penanganan COVID-19. Dalam usaha pembatasan sosial ini pemerintah Indonesia juga telah membatasi kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah dilakukan melalui pembelajaran online.

Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet. Pembelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi.Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.dalam hal ini peran guru BK sangatlah penting, dalam tulisan ini akan dijelaskan tentang motivasi belajar dimasa pandemi.

Kata kunci : motivasi belajar anak dimasa pandemi covid-19

PENDAHULUAN

Pada awal tahun 2020, dunia sedang waspada dengan sebuah virus yang disebut dengan corona virus (COVID-19). Penularan COVID-19 sangatlah cepat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona atau COVID-19 ini sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Status epidemi global atau pandemi ini menandakan penyebaran COVID-19 berlangsung sangatlah cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat terhindar dari virus corona ,COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di bebagai negara telah menerapkan lockdown atau karantina.

 Pengertian karantina menurut UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang di sekitarnya (UU No 6 tahun 2018).

Dalam hal ini kegiatan belajar mengajar secra tatap muka harus terhambat. Tidak hanya itu pengembangan elajar anak juga terhambat, guru bk kesulitan dalam mengontrol anak-anak dalam kegiatan belajar.namun dengan begitu guru bk berfikir cerdas dengan memanfaatkan medi sosial untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak yang elakukan kegiatan belajar diumah.

PEMBAHASAN

A. Penjelasan covid-19

Pada awal tahun 2020, dunia sedang waspada dengan sebuah virus yang disebut dengan corona virus (COVID-19). Penularan COVID-19 sangatlah cepat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona atau COVID-19 ini sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Status epidemi global atau pandemi ini menandakan penyebaran COVID-19 berlangsung sangatlah cepat hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat terhindar dari virus corona,COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di bebagai negara telah menerapkan lockdown atau karantina.          

Pengertian karantina menurut UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang di sekitarnya (UU No 6 tahun 2018).Pemerintah Indonesia telah menghimbau warga untuk tetap di dalam rumah dan mengisolasi diri. Salah satunya Pemerintah Indonesia menerapkan aturan PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dibuat dalam rangka Penanganan COVID-19.

Hal ini dilakukan dengan harapan virus tidak menyebar lebih luas dan upaya penyembuhan dapat berjalan maksimal. Dalam usaha pembatasan sosial ini pemerintah Indonesia juga telah membatasi kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah dilakukan melalui pembelajaran online.Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet. Pembelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi.Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan.

Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.Semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar. Motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong yang membuat seseorang akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar secara terus-menerus. Motivasi yang rendah dapat menybabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa.

B. Tantangan yang dihadapi dimasa pandemi Pandemi

 Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, tujuan pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia-manusia dipaksa hidup dalam situasi serba cepat, pekerjaan tanpahenti, dan kejaran target pertumbuhan   ekonomi dalam system kompetisi. Namun, persebaran virus Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, memaksa kita untuk sejenak bernafas, berhenti dari pusaran sistem, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan social dalam arti yang sebenarnya.Manusia dipaksa ‘berhenti’ dari rutinitasnya, untuk memakna siapa yang sebenarnya dicari dari kehidupan. Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saatini, saya konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk didiskusikan. Aspek pendidikan menjadi konsentrasi penulis,

Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya.  Sampai  1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya  1,5 milyaran akusia sekolah yang terdamapak Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita. Semua negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan.

Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi guru-murid orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral. Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.

Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam system pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsungsebagaikejutandaripandemi Covid-19, membuatkagethampir di semualini, darim kabupaten/kota, provinsi, pusatbahkan dunia internasional.

C. Motivasi yang diberikan selama pandemi

Mendampingi siswa belajar dirumah saja bagi saya guru bimbingan konseling memiliki kesan tersen diri. Siswaasuh yang berjumlah 150 anak dan terbagi menjadi 2 grup kelas, mempunyai karakter masing-masing yang cukup unik. Diawal masa belajar dirumah, masih banyak siswa yang mengeluh merasabosan dan tidak nyaman. Akan tetapi setelah aktifitas belajar dirumah ini memasuki bulan ketiga, situasi nya sudah mulai berubah. Siswa tidak lagi merengek ingin masuk sekolah. Siswa juga lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.

Namun demikian, perjalanan sampai kebulan ketiga bukan lah hal mudah bagi para guru. Konsep dan model belajar yang diusung untuk tetap menjaga imunitas siswa serta api semangat mereka menjadi tantangan tersendiri. Bagi saya priba disebagai calon guru bimbingan konseling, lebih memilih membantu siswa agar tidak mengalami stress karena perubahan kebiasaan yang bersifat mendadak atau tiba-tiba.

Komunikasi yang di jalin dengan siswa melalui grup whatsapp lebih terfokus pada bagaimana membantu siswa untuk memahami situasi dan keadaan sekarang ini. Berusaha merangkai kata-kata motivasi yang bertujuan untuk menjaga kestabilan mental siswa ketika harus melakukan banyak aktifitas dirumah saja.

 Karena tidak sedikit siswa yang memiliki karakter ekstrovert dan senang bergaul. Sering melakukan aktiftas diluar secara berkelompok, sedang kan dimasa pandemi, hal itu jelas tidak mungkin dilakukan. Oleh karenaitu, saya merasa berkewajiban untuk mendampingi siswa dalam beradaptasi dengan pola pembiasaan yang baru. Memberikan alternatif-alternatif bergaul dalam kelompok melalui platform digital. Tetap berkomunikasi dengan siswa secara sehat dan memantau aktifitas mereka melalui grup kelas.

Dengan membangun komunikasi yang intens dan memberikan ruang bagi siswa untuk mencurah kan pendapat dan keluhannya, ternyata dapat membantu siswa untuk sedikit mengurangi kejenuhan dan kebosanan selama dirumah saja.

Selain komunikasi, tugas yang diberikan kepada siswa juga berbentuk aktifitas yang menyenangkan dan melibatkan seluruh anggota keluarga khususnya orang tua. Sehingga hal ini dapat menjadi imun booster bagi siswa maupun orang tua, karena mereka merasasa saling membutuhkan dan bisa saling peduli satu dengan lainnya.

Banyak sekali motivasi yang dapat kita berikan selain dengan komunikasi dan tugas yang menarik juga menyenangkan untuk dikerjakan dirumah bersama bantuan orang tua ,kita juga bisa melakukan hal lain seperti :

  1. Memberikan petunjuk pada siswa  agar  sukses dalam belajar,sampaikan apa yang perlu mereka lakukan dan yakinkan mereka akan sukses dan juga cara mencapai nya. Kita juga harus siap mendampingi mereka dan siap untuk menjawab pertanyaan yang timbul krna ketidak fahaman mereka.
  2. Hindari kompetensi antar pribadi /atau memuji terlalu berlebih kepada yang mampu dan memberikan tekanan kepada mereka yang tidak berhasil, berikan semua motivasi yang sesuai dengan mencapaian mereka, agar mereka ma uterus aktif dan berusaha.
  3. Hargai setiap usaha yang dilakukan siswa agar mereka merasa nyaman dan merasa apa yang dilakukan tidak sia-sia
  4. Hindari penggunaan ancaman atau kata yang buruk yang dapat menimbulkan siswa merasa tidak mnyaman dan merasa tidak diperdulikan.
  5. Kenali minat mereka, untuk mendapat kan kreativitas dari pemberian tugas kepada masing-masing siswa yang ditangani.
  6. Bekerja sama dengan orang tua agar lebih mudah mengenali anak dan lebih mudah dalam memberikan tugas kepada mereka.

Bersama siswa dan orang tua tidak menyiasati keadaan di masa pandemic ini mendorong saya menjadi semakin bersemangat untuk memberikan pelayanan bimbingan konseling secara maksimal meski banyak keterbatasan yang saya hadapi. Setidak nya dengan berbagi cerita bersama siswa, dapat mengurangi keinginan untuk berin teraksi seperti dulu dan berusaha untuk berlapang dada menerima pola yang baru sehingga tidak menimbulkan rasa tidak nyaman dalam dirikita.

KESIMPULAN

Mendampingi siswa belajar dirumah sangatlah penting, agar siswa tidak merasa jenuh dan malas. Untuk meningkatkan kwalitas belajar anak dimasa pandemi ini guru BK harus berperan aktif dalam menuangkan ide-ide kreatif untuk membantu mengembangkan pola belajar anak dan meningkatkan kwalitas belajar anak yang baik. Guru BK sangat di tuntut selalu mendampingi siswanya dalam masa pandemi melalui media sosial dan membatasi pertemuan pada peserta didiknya.

SARAN

Diharapkan guru BK mapu bekerjasama dengan tenaga pendidik agar pendidikan pesertanya tidak terhambat oleh kegiatan yang dibatasi atau sosial distensing dan karantina mandiri. bukan hanya itu guru BK dan tenaga pendidik harus bisa memberikan hal-hal yang menarik untuk siswanya agar tidak merasa bosan belajar dirumah, serta keaktifan orang tua dalam memantau setiap kegiatan anak dalam belajar atau menggunakan media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here