Home ARTIKEL Melihat New Normal

Melihat New Normal

293
0

Melihat New Normal Dan Catatannya

Ayu Lestari (Pemikiran Politik Islam ) Fakultas Ushuluddin & Studi Islam KKN-DR 95 UIN SU Medan Dosen Pembimbing Lapangan ( Meutia Nanda.SKM.M.Kes )

Dunia dihebohkan dengan munculnya pandemi corona virus desease  ( covid -19)yang membawah dampak siqnifikan ke perubahan dunia. Mulai dari aspek ekonomi sosialhingga kehidupan sehari hari tidak ada yang bisa bebelit dari kemunculan virus ini. Saat virus ini muncul  dunia bahkan Indonesia seperti sedang dilanda teror besar besaran , ini karena tercatat hampir seluruh belahan bumi terkena wabah ini, dan rata rata itu menimbulkan dampak yang bukan hanya dibidang keshatan saja tapi menyambung kebidang bidang lainnya. Untuk itu pemerintah melakukan upaya dengan cara program sosial distanching atau meng isolasi diri dirumah. Dengan cara berkerja,belajar,beribadah dirumah..

Namun itu semua tidak berjalan dengan baik banyak hambatan hambatnnya. Aktivitas masyarakat juga mengalami kesulitan akibat diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Mobilisasi yang dipersulit pemerintah berdampak kepada ekonomi khususnya ekonomi UMKM yang sangat terpukul dengan adanya virus corona ini. Kehidupan dunia dan Indonesia bagaikan terhantam gelombang yang sangat besar. Maka dari itu pemerintah kembali lagi mengambil kebijakan dengan cara mebuka aktivitas seperti biasanya untuk memulihkan keadaan negara seperti sedia kala. Istilah itu biasa kita sebut sebagai new normal.

New Normal

Apa itu new normal ?  sebagian masyarakat tidak mengetahuinya .Sebuah petanyaan yang menggugah kita pada prinsip penting sebagai warga yang akan menjalankan kehidupan baru pasca virus .Inilah mengapa Pemerintah pusat memperkenalkan metode baru yaitu New Normal. Sepertinya pemerintah melihat sulit mencari jalan lain sampai ditemukannya vaksin dan pemerintah melihat ada ancaman baru selain krisis kesehatan yang bisa berbuntut panjang ke krisis ekonomi sampai-sampai ke krisis politik dan ini adalah sebuah ancaman yang serius.

Jika kita lihat terbitnya PSBB juga dikarenakan pemerintah memperhatikan betul dari aspek ekonomi karena mungkin pemerintah sadar sebenarnya ekonomi kita saat ini tidak sedang baik-baik saja, apalagi ditambah dengan virus corona.

Dalam sejarah Indonesia krisis ekonomi sering kali memiliki buntut yaitu krisis politik atau jatuhnya pemerintahan, ini terjadi di tahun 1960-an dan 1998.

Jika metode PSBB terus dilakukan tanpa ada inovasi lain bukan hal yang tidak mungkin ancaman dari krisis politik yang bermula dari krisis ekonomi ini akan menjadi nyata. Saat ini jumlah korban PHK akibat efek ekonomi semakin bertambah, kesenjangan sosial semakin terlihat jelas sehingga peluang awal dari krisis keamanan semakin terbuka, seperti akan maraknya pencurian, perampokan hingga kerusuhan dan hal ini bisa membuka peluang baru yaitu krisis politik.

Krisis Politik

Krisis politik adalah suatu keadaan negara yang mengalami instabilitas di dalamnya. Krisis politik berlaku karena hilangnya kepercayaan masyarakat atau anggota partai terhadap pemimpin mereka (Shukri dan Youssuf, 2003:178).

Selain itu hal mendasar yang menyebabkan krisis politik dalam suatu negara adalah keamanan dan kestabilan ekonominya. Krisis politik juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain yaitu seperti perbedaan ideologi politik, faktor biologi, faktor budaya, potensi politik (strategis), ekonomi (sumber) dan adanya kesenjangan sosio ekonomi yang tinggi (Shukri dan Youssuf, 2003:178). Ini terlihat dalam teori bahwa sangat jelas awal dari krisis politik adalah tidak stabilnya ekonomi akan memiliki buntut panjang.

Dari krisis ekonomi hingga krisis keamanan tersebut akan berakhir pada krisis politik. isu-isu mengenai ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam menyelesaikan virus corona ini berpotensi menjadi Snow Ball Effect yang akan di politisasi oleh oknum-oknum yang ingin menjatuhkan pemerintah.Maka dari itu sebagai masyarakat majemuk kita memiliki  peran saling membantu antara masyarakat, oposisi dan pemerintah dalam menghadapi ujian ini sangat diperlukan seperti jika ingin membuka kembali tempat tempat wisata guna menikatkam UKM masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan. Mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah. Jangan sampai krisis politik ini menjadi hal nyata karena biaya negara dan energi negara sangat terkuras jika krisis politik ini sampai terjadi.

New Normal & Catatan

Jika dilihat Pemerintah menerapkan New Normal ini memiliki semangat agar perputaran ekonomi khususnya dalam sektor UMKM dapat kembali pulih. Dan tidak terjadi penyimpang seperti sebelumnya. Namun ada beberapa hal yang menarik perhatian belakangaan ini. Setelah semuanya kembali normal seperti biasa beda halnya dengan belajar dan mengaja. Mentri Pendidikan & Kebudayaan Nadim Makari atau biasanya kaum milinialme nyebutnya sebagai Mas Mentri ini masih saja melakukan program belajar dirumah dengan cara daring. Dari siswa SD sampai Kuliah. Banyak pro dan kotra terhadap kebijak mas menteri tersebut. Hal ini dipicu oleh dua faktor yaitu sebab dan akibat.

Sebab-Akibat

Sebabnya adalah mengalami kendala disaat melakukan programnya,seperti terkendala jaringan untuk mengasesnya ,ini banyak terjadi karena kita ketahui bersama bahwa masih banyak daerah terpencil di Indonesia. Jangankan ases internet yang kurang mewadahi ases jalan untuk menjangkaudaerah ini saja masih ada yang tidak layak. Selain itu kita ketahui bersama bahwa hampir rata rata keadaan masyarkat di negara kita berpendapatan menengah kebawah. Ada sebagian siswa yang kesulitkan karena tidak memiliki android.tidak semua masyarakat indonesia mampu.

Banyak siswa maupun mahasiswa yang mengeluhkan efek dari belajar daring ini,salahnya satunya adalah stress. Ini akibatnya karena pola belajar yang kurang efektif banyak teanga pengajar yang senaknya melakukan belajar daring. Siswaa hanya diberikan materi dan tugas tanpa dijelaskan terlebih dahulu. Ditambah lagi tugas yang menumbuk  Akibanya banyak siswa yang mngalami stres & depresi  yang berlebihan.

Mas menteri harus mempertimbangkan hal ini karean nasib generasi penerus bangsa sedang diuiji. Jika sebuah bidang bisa normal seperti biasa mengapa dibidang pendidikan tidak? Padahal sama saama melakukan kontak fisik atau kegiatan yang melibatkan banyak orang. Tapi dengan cara mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Sudadah banyak kerinduan yang dirasakan para siswa untuk belajar seperti biasa. Pemerintahan  harus segera mengambil langkah yang tepat agar kebijakan belajar daring ini tidak menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

Sumber :

M.Kholid Syeirazi  dan Ali Maykur Musa. Kebangkitan Indonesia 1945-2045( pokok-pokok pikiran sarjana NU). Jakarta:LP3ES.2013

Muhammad Iqbal & Amin Husein Nasution. Pemikiran politik Islam.( dari masa klasik-Indonesia kontemporer ). Depok: Kencana .2017

https://padek.jawapos.com/sumbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here