Sahabatnews.com-Medan| Adanya larangan nonton bareng (nobar) pada pertandingan semifinal piala Asia (AFC Cup) antara Indonesia melawan Uzbekistan yang berlangsung pada Senin (29/4/2024) pukul 21.00 WIB melalui Chanel televisi MNC group, mendapatkan reaksi dari masyarakat pecinta sepakbola.
Bagaimana tidak, euforia yang tinggi masyarakat atas prestasi sepakbola Tim Nasional (Timnas) Garuda Muda Indonesia di ajang kompetisi antar negara di Kawasan Asia, mendapat protes dari masyarakat pencinta sepakbola tanah air.
Salah seorang pecinta sepakbola nasional kepada media menuturkan, bahwa kebijakan pengelola hak siar pertandingan AFC Cup yang melarang pergelaran nonton bareng semifinal yang akan digelar senin malan, menjadi aneh dengan alasan yang tidak masuk akal.
“Jadi aneh saja, tiba-tiba MNC membuat himbauan yang isinya mengultimatum siapa saja yang menggelar nobar semifinal AFC Cup, antara Indonesia lawan Uzbekistan yang mereka anggap ilegal, patut dipertanyakan alasannya, kok sekarang (semifinal) kenapa tidak di awal ketika penyisihan group atau jauh sebelumnya, ini ada apa dengan manajemen MNC group, aneh bin ajaib saat prestasi timnas Garuda Muda Indonesia sedang on fire di pentas internasional, kok malah tiba-tiba keluar kebijakan yang tidak bijak ini, ada apa? Kok mendukung timnas sendiri harus diancam, mana jiwa nasionalisme bung,”ucap Amirsyam, Minggu (28/4/2024) di Medan.
Bahkan menurut aktivis jurnalis ini, pelarangan nobar oleh menajemen MNC, patut di curigai ada sesuatu yang mereka khawatirkan. Jadi dengan menggunakan alasan sebagai pemegang lisensi resmi pertandingan piala AFC Cup, maka MNC seharusnya inilah kontribusi media broadcast bagi bangsa ini demi kemajuan sepakbola nasional kita.
“Janganlah berfikirnya hanya bisnis oreinted, ini persoalan nasionalisme dan bentuk dukungan masyarakat Indonesia kepada timnas Garuda Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan nama bangsa dipentas dunia, kapan lagi talenta-talenta muda kita dilirik klub-klub besar Eropah, lagi pula MNC juga dapat komersial dari tontonan itu lewat iklan yang pastinya harganya mahal dengan durasi panjang daripada durasi para komentator saat siaran langsung di tv, dari aspek bisnis iklan dengan produknya juga sampai ke masyarakat, itulah bentuk feed back antara bisnis dan nasionalisme terintegrasi secara baik,”ujarnya.
Lebih jauh penikmat sepakbola nasional ini berharap, agar pemerintah berperan aktif dalam membuat regulasi atau aturan penyiaran, agar tidak di monopoli konglomerasi media, berikan ruang TVRI untuk bisa bersaing dengan televisi swasta lainnya dalam hal penyajian siaran olahraga publik ini.
“Kita berharap pemerintah lewat Kementrian terkait, agar membuat aturan yang jelas tentang hak siaran pertandingan olahraga, berikan TVRI untuk bisa bersaing dengan televisi swasta dalam hal penyajian siaran olahraga khususnya sepakbola, berikan TVRI agar bisa beriklan, sehingga tidak terjadi monopoli hak siaran yang akhirnya memunculkan arogansi pemilik modal dengan beragam aturan dan ancamannya, timnas Garuda Indonesia butuh dukungan agar mereka mampu meraih prestasi lebih tinggi, seperti itu juga harapan masyarakat pecinta sepakbola nasional,” ucapnya dan berharap Pemko Medan memfasilitasi nobar warga Kota Medan seperti Kota lainnya di Indonesia.
Penulis : AS
Editor : Admin1


































































