Sahabatnews.com-Medan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) melalui Wakil Sekretaris Umum Ahmad Ridwan Dalimunthe mendengar dugaan terjadinya aktivitas yang melanggar di kampus UIN SU dalam agenda seleksi wakil rektor. Dia menilai tindakan itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama.
Selama ini Kementerian Agama Republik Indonesia tak pernah mengawasi tahapan proses pengisian jabatan pimpinan di Perguruan Tinggi Islam Negeri.
Padahal, Kemenag RI bertugas mengawasi setiap tahapan proses pengisian jabatan pimpinan tinggi, mulai dari pembentukan panitia seleksi, dan pengumuman, semua harus diawasi Kemenag RI.
Ridwan mengatakan, mahasiswa dan alumni kampus UIN SU kecewa dengan tindakan kampus, khususnya rektor hari ini sangat merusak citra UIN SU seperti yang sebelumnya juga sudah sangat rusak.
“Rektor itu jabatan dosen yang diberikan tugas tambahan. Jadi harus memberikan pelajaran untuk membina pribadi kampus yang berintegritas dan independen, bukan malah mempertontonkan pertunjukan yang merusak citra kampus,” ujar Ridwan yang akrab dipanggil Ucok Paluta itu.
Ridwan juga meminta rektor untuk segera mengevaluasi kembali agenda pemilihan wakil rektor yang diduga membuat proses tersebut diwarnai pelanggaran karena diduga ada tindakan praktek maladministrasi
“Rektor Prof Dr Hj Nurhayati, M. Ag harus meluruskan semua isu dan dugaan pelanggaran, seperti nepotisme, kolusi, dan maladministrasi yang terjadi pada proses sleksi wakil rektor dan dekan”, kata dia.
Untuk itu, Badko HMI Sumatera Utara akan terus mengawal semua isu yang diduga dilakukan pada proses pemilihan wakil rektor di Universitas islam negeri sumatera utara itu. Kata Ridwan.
Menurut dia, seharusnya ada pengawasan terhadap pemilihan wakil rektor. Hal ini dilakukan agar proses tersebut dapat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan adil.
“Memang mestinya begitu (pemilihan wakil rektor haruslah diawasi pihak kementrian agama)” ujar Ridwan.
Pemilihan wakil rektor di UIN SU sempat mengundang polemik diwarnai kejanggalan.
Selain itu, juga mengendus adanya isu dugaan jual beli jabatan dalam proses pemilihan wakil rektor dan dekan serta jabatan penting lainnya di kampus UIN SU.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1




























































