Sahabatnews.com – Medan Perselisihan antara Kepala Satuan Pusat Pelayanan Gizi (SPPG) Hapif Priangga (27) dengan pihak Yayasan Rang Minang Asli berujung viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kantor SPPG Tegal Sari Mandala III, Jalan Pancasila, Kota Medan, dan memperlihatkan keduanya terlibat cekcok hingga kontak fisik.
Hapif mengatakan, insiden terjadi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Saat itu, ia bersama asisten lapangan hendak membeli kebutuhan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ya kami mau beli kekurangan bahan baku bukan lain-lain,” kata Hapif, Kamis (9/4/2026).Namun, Ketua Yayasan berinisial JN menuding adanya hubungan pribadi antara Hapif dan asistennya, sehingga memicu perdebatan. “Sempat berdebat lah sama ketua yayasan,” ujarnya.
Di tengah cekcok, pengawas yayasan berinisial A mendatangi Hapif dan diduga melakukan kekerasan.Hapif mengaku dicekik hingga tiga kali dan kepalanya dibenturkan ke dinding. “Ada tiga kali pencekikan di situ,” ujarnya.
Perselisihan sempat dimediasi, namun kembali memanas. Hapif akhirnya melaporkan JN dan A ke Polsek Medan Area atas dugaan penganiayaan.
Kapolsek Medan Area AKP Ainul Yaqin membenarkan laporan tersebut tengah diselidiki. “Ya ini kami selidiki laporannya. Kami akan periksa saksi-saksi sembari menunggu hasil visum juga,” ujar Yaqin.
Dampak dari konflik ini, operasional SPPG dihentikan sementara sejak 2 April 2026. Program MBG yang sebelumnya menjangkau 14 sekolah dan satu posyandu dengan sekitar 2.500 penerima manfaat pun ikut terdampak.”Harapan saya, masalah ini cepat selesai. Kasihan penerima manfaatnya,” kata Hapif.
Ia berharap agar pihak berwajib dapat menyelesaikan kasus ini dengan adil dan cepat.Sementara itu, pihak Yayasan Rang Minang Asli belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Namun, Hapif berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak memperburuk situasi.
Penulis : A.Sandy
Editor : Admin3





























































