Sahabatnews.com – Medan Demam Fashion Week di area lampu merah, telah mewabah di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Medan. Kegiatan yang memanfaatkan fasilitas umum sebagai wadah kreatifitas seni apalagi jika di lakukan seperti areal lampu merah Kesawan, ini sangat membahayakan bukan saja bagi pengendara kendaraan bermotor, mereka yang sedang melakukan aksinya di area publik pun tidak luput dari bahaya yang di bisa timbulkan.
Front Persatuan dan Persaudaraan Kebangsaan atau FPPK Sumatera Utara, mendukung penuh sikap tegas Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sony Siregar yang melarang kegiatan Fashion Week di lakukan seputar lampu merah, ini membahayakan bagi keselamatan semua.
“Pertama kami dari FPPK Sumut mengapresiasi sikap tegas Kasatlantas Polrestabes Medan, yang melarang kegiatan Fashion Week seputar areal publik di lampu merah dengan jalan berlenggak lenggok, kita khawatir saat pergantian rambu lalulintas bisa menimbulkan korban”,ucap Ahmad Rizal atau Boy Koordinator Presidium FPPK Sumut di dampingi Sekretaris Amirsyam, Kamis (28/7) di Medan.
FPPK lebih jauh mengatakan mendukung kreatifitas anak-anak muda dalam berkesenian, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa, sopan dan beradab.
“Kami sangat mendukung seni dan kreatifitas anak-anak muda dalam mengaktualisasikan potensi seni yang ada, namun tetap mengindahkan norma-norma dan adat ketimuran yang menjunjung tinggi adab dan sopan santun termasuk dalam berbusana”,ujar Boy.
Selanjutnya Boy juga menambahkan, meminta Pemerintah Kota Medan agar bisa memfasilitasi ruang kreatifitas anak-anak muda dalam mengekspresikan seni dan kreatifitasnya.
“FPPK Sumut juga meminta kepada Pemerintah Propinsi Sumut dan Pemko Medan, agar memberikan ruang bagi anak-anak muda kita untuk mengekspresikan seni kreatifnya, ini juga sebagai suatu hal yang baik guna menghindari generasi muda kita dari bahaya narkoba”, tambah aktifis Ormas Islam ini tegas.
Front Persatuan dan Persaudaraan Kebangsaan Sumut sangat mendukung kegiatan seni budaya sebagai bentuk kecintaan pada budaya Nusantara.
“Seni dan budaya nusantara jika di maknai justru akan semakin memperkuat rasa nasionalisme, asalkan di laksanakan secara beradab, menunjang tinggi kesopanan serta menghindari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan norma dan etika ketimuran”, ujarnya di akhir wawancara.
Penulis : AS
Editor : Admin 6




























































