Sahabatnews.com-Medan | Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara atau PW PMI Sumut, mengelar dialog yang di kemas dalam obrolan santai Ngopi atau Ngobrol Politik. Ngopi mengambil tema Mengikis Primordialisme Politik Menuju Tahun Politik 2024.
Obrolan Politik ini mengundang narasumber diantaranya Dr Ansari Yamamah, akademisi UIN Sumut, Rusli Tanjung Ketua Perisai Sumut dan Dr Suasana Nikmat Ginting politisi PPP. Obrolan ini di gelar Sabtu (6/8) di Genk Kopi Medan.
Dr Ansari Yamamah dalam pandangannya menyebutkan, bahwa sikap atau pandangan Primordialisme itu harus di pahami secara kontekstual, sosiologis dan Politis.
“Sikap Primordialisme di butuhkan bangsa Indonesia dalam membangun Indonesia yang beragam ini agar capaian dan tujuan pembangunan berjalan baik, dan bukan pula Primordialisme yang menjurus pada keegoisan centris suku, sehingga berimplikasi politis”,ujar Dr Ansari.
Primordialisme Politik menjadi isu yang menarik di kaji dan di diskusikan menjelang perhelatan politik, hal ini menarik di dasarkan fakta, bahwa politisasi yang cenderung bersifat kesukuan masih mewarnai dinamika politik nasional.
“Terpenting, sikap primordialistik jangan sampai merusak tatanan kebangsaan yang sudah terbangun baik selama ini, sebab apa, bahwa semangat primordial inilah yang bisa membangkitkan spirit nasionalisme bangsa kita untuk merdeka dan ini di buktikan saat menjelang kemerdekaan Indonesia, bahwa pandangan primordial ini menyebabkan bangsa kita merdeka”, tambah sosiolog Islam Sumatera Utara ini.
Di sisi lain Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara Jhonson Sihaloho memberikan pandangan terkait sikap primordial ini menjadi sumber kekuatan bangsa kita dari berbagai tekanan politik secara global, sebab Keragaman bangsa Indonesia diikat oleh semangat kesukuan yang majemuk yang di ikat dalam simbol Bhineka Tunggal Ika.
“Justru pandangan Primordialisme itu melakat pada diri kita, namun jika sikap atau pandangan Primordialisme itu di pahami secara politik, maka akan banyak persoalan yang akhirnya menjadi konsumsi politik, padahal kita tahu sikap primordial itulah sebenarnya kekuatan bangsa kita, dan sejarah sudah membuktikan bahwa kemerdekaan negeri ini berangkat dari sikap atau pandangan primordial yang akhirnya menyatukan pandangan kesukuan tersebut dalam semangat kebangsaan untuk merdeka”, ujar Jhonson Sihaloho.
Lebih jauh di katakan Jhonson, bahwa seringkali sikap primordialistik ini ketika masuk wilayah politik, akhirnya menimbulkan banyak tafsir yang cendrung bersikap provokatif dan agitatif.
“Kita berharap menjelang tahun politik 2024 akan datang, menjadi ajang penguatan nilai-nilai kebangsaan yang berhimpun suku dan adat yang beragam, politik kebangsaan hadir secara dinamis, biarkan politik itu berselancar di tengah arus gelombang perbedaan bangsa kita yang majemuk namun penguatan pondasi dan nilai kebangsaan harus menjadi perekat di tengah perbedaan yang ada”, sambung Wakil Ketua DPW PPP Sumatera Utara ini.
Penulis: AS
Editor: admin3





























































