Sahabatnews.com-Medan | Terkait Isu nasional atas peristiwa penembakan Brigadir J tampaknya terus menjadi perbincangan di kalangan Masyarakat. Pasalnya, insiden tersebut di merusak citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dimana Penembakan itu dilakukan oleh sesama Polri.
Kali ini, Pengurus Besar Perkumpulan Advokad Sumatera Utara (PB PASU) angkat bicara atas perkembangan isu yang kian mencuat ke publik, di balik Peristiwa tewasnya 6 (enak) orang anggota laskar FPI (Front Pembela Islam) di Kilometer 50 Tol Cikampek beberapa bulan lalu.
PB PASU dalam siaran Pers yang digelar di Analis Kopi Jalan Ampera No 18 Medan, Selasa,(23/8/22) menyampaikan Desakkan kepada Kapolri, Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo Msi agar, membuka rekaman CCTV yang ditemukan di kediaman Irjen Ferdi Sambo, sebagaimana dikabarkan bahwa CCTV yang ditemukan itu berkaitan dengan rekaman di balik peristiwa tewasnya 6 orang anggota laskar FPI di KM 50.
“Demi tegaknya Kebenaran dan keadilan, serta momentum bersih-bersih di tubuh Polri. PB PASU mendesak Kapolri untuk membuka rekaman CCTV peristiwa penembakan 6 Laskar FPI”. Demikian hal itu tertuang dalam pernyataan sikap PB PASU yang di tanda tangani oleh Ketua Umum PB PASU, Eka Putra Zakran SH MH dan Sekretaris, Chairul Anwar Lubis SH.
Lebih lanjut dalam pernyataan itu dijelaskan, Diketahui bersama pengusutan kasus penembakan 6 (enam) Laskar FPI tersebut tejadi di Kilometer 50 Tol Cikampek, namun diberitakan, CCTV dilokasi kejadian mati. Persis dengan peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J yang diberitakan CCTV nya mati, tetapi kemudian diketahui ternyata CCTV itu ada dan diketemukan.
Guna membuka tabir adanya kejahatan oleh oknum polisi yang berusaha menutupi fakta-fakta yang sebenarnya terjadi atas peristiwa penembakan tersebut. PB PASU juga meminta Pihak Polri untuk membuka kembali perkara kasus-kasus yang pernah ditangani oleh Irjen Ferdi Sambo, yaitu perkara Unlawfull Killing Penembakkan 6 anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek. Apalagi oknum polisi yang menangani peristiwa penembakan 6 (enam) lascar FPI tersebut terlibat dalam dugaan pembunuhan Brigadir J yang viral tersebut, sehingga alangka arif dan bijaksana agar Kapolri juga membuka Kembali rekaman CCTV tersebut, apabila memang telah diketemukan.
Penulis: Mt/(Kos/Mtc)
Editor: Admin3































































