Sahabatnews.com-Medan | Tingginya pengguna narkoba di Sumatera Utara berdasarkan data BNN, tentunya menjadi keprihatinan semua pihak.
Peredaran narkoba yang berlangsung secara massif dengan modus operandi selalu berpindah tempat, ditambah luasnya wilayah Sumatera Utara, termasuk jalur laut yang merupakan lalu lintas peredaran narkoba masuk ke Propinsi Sumatera Utara, ditambah jumlah petugas yang terbatas, sehingga pintu-pintu masuk narkoba cukup terbuka.
Hal ini tergambar jelas dalam buku yang berjudul “Jalan Panjang Rehabilitasi Narkoba”, karangan Nasrullah, M.Pd yang mengupas gambaran secara kongkrit, bagaimana perjuangan melawan peredaran narkoba sebegitu kerasnya, dengan harapan para pengguna narkoba jumlahnya mengecil, sehingga Sumatera Utara keluar dari zona hitam pengguna narkoba tertinggi di Indonesia.
“Buku ini menggambarkan secara umum bagaimana narkoba sudah merasuki generasi muda bangsa, ditandai tingginya pengguna narkoba di Sumatera Utara”,ujar Dr Zulkarnain Nasution, MA kepada media, Kamis (2/3) di Medan.
Lebih jauh disampaikan Dosen UIN Sumatera Utara ini, bahwa buku yang dikarang Nasrullah ingin berbagi cerita pengalaman dan komitmen bersama untuk menyatakan “perang” melawan narkoba.
“Banyak hal yang bisa disampaikan kepada para pihak terkait tentang penanganan narkoba ini harus dilakukan secara bersama dan berkesinambungan secara konsisten, sehingga kita mampu memperkecil ruang peredaran narkoba dan menekan seminimal mungkin para penggunanya”,tambah Wakil Ketua Gerakan Anti Narkotika Sumatera Utara.
Menurut Dr Zulkarnain, dilematisnya penegakan hukum bagi pengguna narkoba, turut memberikan andil terhadap peredaran narkoba, ada yang berpendapat agar pengguna narkoba ini dihukum namun ada yang berpendapat cukup direhabilitasi.
“Perdebatan panjang soal aturan hukum yang mengatakan penggunaannya harus di hukum, namun ada suara yang mengatakan cukup direhabilitasi saja, inilah yang menjadi polemik, rehabilitasi bukan juga sekedar layanan konseling, namun harus ditanamkan sikap tanggung jawab dari para mantan pecandu narkoba, agar tidak terjebak kembali”,ujar Sekretaris Kopertais Sumatera Utara ini.
Ditambahkan alumni Leiden University ini, bahwa penangan narkoba harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan Pemerintah, TNI, Polri Kejaksaan dan Kehakiman serta unsur masyarakat para penggiat anti narkoba ataupun praktisi lainnya, agar secara kolektif berkontribusi untuk menekan sekecil mungkin peredaran dan pengguna narkoba.
“Kita berharap sinergisitas unsur Pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat lainnya secara bersama menyatakan perang melawan narkoba sebagai musuh bersama”, ujarnya di akhir wawancara.
Penulis : AS
Editor : Admin1































































