Sahabatnews.com-Medan | SMK Negeri 11 Medan yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, nyaris memancing emosi jama’ah sholat Jum’at yang sedang melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Ulul Albab Kampus UIN Sumut Jalan Sutomo Medan. Keributan nyaris terjadi saat beberapa orang jama’ah Masjid yang akan melaksanakan sholat Jum’at terganggu dengan suara bising musik di tengah khatib sedang memberikan ceramah Jum’at.
“SMK Negeri 11 Medan tidak memiliki sikap toleransi antar umat beragama, di mana saat khatib sedang memberikan ceramah di situ pula mereka (siswa) memainkan musik sekuatnya, sehingga menggangu jama’ah yang sedang melaksanakan sholat Jum’at dan sepertinya ada pembiaran dari pihak sekolah, kami duga seperti itu, apa Kepala Sekolah dan guru tidak bisa mengingatkan siswa agar berhenti saat pelaksanaan sholat Jum’at sedang berlangsung”,ujar Ahmad Rizal kepada media usai Sholat Jum’at di Kampus UIN Sutomo kepada Media Jum’at (26/8).
Kebisingan ini terjadi akibat tidak adanya perhatian dari pihak sekolah menyangkut kegiatan bermusik yang seharusnya berhenti saat di kumandangkan azan Jum’at, sehingga nyaris menimbulkan keributan jama’ah lainnya.
“Inilah contoh arogansi sekolah yang tidak mengindahkan nilai-nilai toleransi atau pihak sekolah abai mengingatkan siswa agar menghormati kegiatan ibadah ummat Islam dengan menghentikan sejenak acara bermusiknya, ini kan semacam ada pembiaran oleh pihak sekolah, oleh karena itu Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara juga harus tegas dan berikan sanksi kepada pimpinan sekolah karena di anggap lalai sehingga nyaris menimbulkan keributan”,ujar Fendi jama’ah Masjid Ulul Albab lainnya menambahkan.
Ditambahkan Fendi bahwa umat Islam tidak anti musik, silahkan bermusik untuk pengembangan bakat dan seni, namun juga harus menghormati norma sosial yang berlaku di Republik Indonesia ini.
“Kami tidak melarang siswa SMK Negeri 11 Medan berekspresi lewat musik,. silahkan kembangkan bakat seni masing-masing, namun hargai juga orang lain beribadah tanpa menimbulkan kebisingan yang akhirnya menganggu kekhusukan ibadah ummat Islam yang lain, untuk itu kami meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi pimpinan SMK Negeri 11 Medan, karena sudah menimbulkan suasana gaduh di ruang publik”,ujar Fendi di akhir wawancara.
Penulis : AS
Editor : Admin 6


























































