Sahabatnews.com-Medan| Pengamat Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr Ansari Yamamah, MA mengharapkan kepada umat beragama untuk saling menjaga dan menghormati setiap pemeluk agama yang ada di bumi Pancasila ini, menghargai dan tanpa ada diskriminasi terhadap ibadah umat beragama lainnya’.
Baca Juga : Dua Kelompok Mahasiswa PMII dan HMI Dikabarkan Bentrok di Kampus UIN Sumut, 3 Orang Disandera https://sahabatnews.com/dua-kelompok-mahasiswa-pmii-dan-hmi-dikabarkan-bentrok-di-kampus-uin-sumut-3-orang-disandera/
“Inilah spirit moderasi beragama yang sejatinya, bahwa menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di jamin oleh negara sebagaimana termaktub dalam Konstitusi kita Pasal 29 UUD 1945”,ujar Dr Ansari Yamamah kepada Media Rabu (7/12) di Kampus Pascasarjana UIN SU Jalan Sutomo Medan, menanggapi adanya penolakan sebagian masyarakat terhadap kegiatan ibadah Jamaat Kristen Pentakosta di salah satu Mall daerah Medan Marelan.
Baca Juga : Plt Rektor UIN Sumut, Semangat Kebersamaan dan Tidak Anti Kritik Kunci Kemajuan UIN Sumut https://sahabatnews.com/plt-rektor-uin-sumut-semangat-kebersamaan-dan-tidak-anti-kritik-kunci-kemajuan-uin-sumut/
Menurut Founder Islam Transitif ini, bahwa kegiatan ibadah di areal publik sa-sah saja selama dijalankan untuk kegiatan ibadah bagi Jamaat dan bukan untuk hal-hal lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Ibadah di areal publik seperti Plaza, hotel dan Mall sesuatu yang biasa karena lokasinya berada di tempat umum dan bukan di permukiman, sama seperti fasilitas musholla atau masjid di area publik seperti itu, begitu juga ada tempat ibadah ummat Nasrani, sebab para pengunjung mall ini beragam suku dan agama, tentu mereka juga ingin beribadah dengan catatan tidak menyebarkan agamanya kepada masyarakat yang beragama lain”,ujar Founder Transitif Learning Society yang bergelar Datuk Pandya Wangsa ini.
Baca Juga : Hasil Seleksi Administrasi Calon PPT Pratama Telah di Umumkan Kemenag, Ini Daftarnya https://sahabatnews.com/hasil-seleksi-administrasi-calon-ppt-pratama-telah-di-umumkan-kemenag-ini-daftarnya/
Bahkan Dosen UIN SU ini meminta dan mendorong pemerintah dan lembaga keagamaan lainnya untuk segera menyikapi permasalahan ini agar tidak memunculkan gejolak sosial di tengah masyarakat.
“Kita berharap Pemerintah Kota Medan, lembaga adat dan lembaga keagamaan untuk segera menyikapi persoalan ini secara arif dan bijak, agar tidak memunculkan riak, sebab jika dilihat secara objektif ini ada persoalan mis komunikasi sehingga menimbulkan persepsi imajinatif yang lain, artinya para pihak terkait harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat kita yang majemuk dan pluralis ini”,sambung alumni Leiden University ini diakhir wawancara.
Penulis : AS
Editor : Admin1





























































