Sahabatnews.com-MEDAN Dinamika politik kampus kembali menghangat dengan munculnya figur muda yang menawarkan konsep kepemimpinan berbasis intelektualitas. Fathi Farich Hasibuan, mahasiswa angkatan 2022 kelahiran Medan, menyatakan siap maju sebagai calon Ketua DEMA Universitas periode 2026–2027 dengan membawa gagasan transformasi organisasi mahasiswa yang lebih akademik, sistematis, dan berdampak nyata.
Tumbuh dari Keluarga Sederhana, Terbentuk Kepedulian Sosial
Lahir tahun 2004 dari keluarga sederhana, Fathi dikenal sebagai sosok mandiri dengan kepedulian tinggi terhadap isu sosial. Latar belakang itu membentuk pandangannya bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat beraktivitas, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan intelektual yang berpihak pada masyarakat.
Sejak SMA, ia aktif di organisasi pelajar dan kerap tampil dalam forum diskusi publik. Gaya komunikasinya dikenal argumentatif, berbasis data dan analisis, bukan sekadar opini normatif. Pola berpikir ini terus ia kembangkan selama kuliah.
Rekam Jejak Organisasi Konsisten
Di kampus, Fathi aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah bergabung di DEMA Fakultas melalui Departemen Sosial Politik (2023–2024), menjabat Ketua SAPMA PP Subkom Fakultas Syariah dan Hukum (2024–2025) di SAPMA PP, serta kini dipercaya memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Medan, bagian dari jaringan pelajar Nahdlatul Ulama.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi kepemimpinannya yang terukur, berbasis program, dan berorientasi jangka panjang.
Visi: DEMA Jadi Institusi Intelektual Kampus
Sebagai calon Ketua DEMA-U, Fathi mengusung gagasan rekonstruksi organisasi mahasiswa agar memiliki legitimasi moral sekaligus legitimasi ilmiah.
“DEMA harus menjadi institusi intelektual yang menghasilkan kajian akademik sebagai dasar sikap organisasi,” ujarnya.
Ia menilai forum diskusi, seminar, dan kajian strategis harus menjadi ruang produksi gagasan solutif, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Advokasi Mahasiswa Berbasis Riset
Fathi juga menekankan pentingnya advokasi mahasiswa berbasis data. Aspirasi mahasiswa, menurutnya, harus disusun melalui survei, riset, dan analisis kebijakan agar memiliki kekuatan argumentatif saat berdialog dengan birokrasi kampus.
Dalam konsepnya, DEMA perlu memiliki:
peta jalan organisasi yang jelas
indikator capaian terukur
orientasi jangka panjang terhadap kualitas akademik
budaya intelektual yang kuat
Kepemimpinan dengan Aksi Nyata
Dengan slogan “Mimpin Dengan Hati, Mengubah Dengan Aksi,” Fathi ingin menggeser paradigma kepemimpinan mahasiswa dari reaktif menjadi progresif-transformatif.
Baginya, mahasiswa tidak hanya menjadi agen demonstrasi, tetapi aktor intelektual yang mampu merumuskan solusi ilmiah bagi kampus dan masyarakat.
Jika terpilih, ia menargetkan DEMA-U menjadi pusat kajian mahasiswa yang produktif, kritis, dan berdaya guna bagi pembangunan sosial.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin































































