Sahabatnews.com-Jawa Barat Komisioner Bawaslu Batubara Amin Rais Harahap mengikuti Pelatihan Penguatan Kompotensi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Periode 2023 – 2028 yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia, di Green Fotest Bogor Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor Provinsi Jawa Barat, Sabtu (02/09/2023).
Menurutnya, kesempatan mengikuti Pelatihan Penguatan Kompotensi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Periode 2023 – 2028 yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia ini adalah momen memperdalam pemahaman tentang tugas dan pungsi sebagai anggota Bawaslu.
“Kesempatan ini tentunya momen untuk memperdalam pemahaman tentang tugas dan pungsi sebagai anggota Bawaslu dan juga untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam mengawasi pemilu. Kami berkomitmen untuk menjalankan tugas kami dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi demi mendukung proses pemilihan umum yang berkualitas nantinya.” terang Amin
Hadir dalam membuka kegiatan ini, Komisioner Bawaslu RI Lolly Suhenty yang mengungkapkan bahwa saat ini tahapan berada pada pengawasan pencalonan anggota legislatif. Sesaat lagi akan memasuki tahapan pengawasan kampanye, pengawasan pencetakan logistik dan distribusi logistik, lalu masuk pada tahap pemungutan hingga rekapitulasi suara.
“Tahapan (pemilu) sudah sangat ketat, kita perlu memastikan terjadinya penguatan pemahaman yang kuat. Kemampuan kuat untuk melakukan kerja-kerja pengawasan guna efektifitas pencegahan dan penindakan,” cetus Lolly kepada 625 anggota Bawaslu Kabupaten/Kota.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas itu meminta jajarannya untuk mencermati dan memetakan kerawanan di wilayah masing-masing melalui Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang telah diluncurkan Bawaslu.
“Petakan kerawanan potensi pelanggaran, potensi sengketa proses bahkan sengketa potensi hasil pemilu, inilah yang disebut early warning system atau pencegahan,” tuturnya.
Lolly memandang pemetaan kerawanan juga penting untuk diturunkan ke jajaran Bawaslu sampai bawah hingga pengawas ad hoc. Lebih dari itu, pemetaan kerawanan tingkat lokal harus disinkronkan terhadap para stakeholder lain seperti partai politik, pemilih, ormas, akademisi.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1































































