Sahabatnews.com-Deliserdang Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar Dialog Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam Tahun 2022 di Hotel Nivia, Sabtu (21/05). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Kakanwil Kemenagsu didampingi Kepala Bidang Penaiszawa H. Abdul Azhim, S.Pd.I, MA mengatakan kiprah ormas Islam dan ormas kepemudaan Islam sangat berpengaruh dan penting di tengah masyarakat. Selain sebagai jembatan penyalur aspirasi masyarakat, ormas juga punya peranan penting sebagai mitra strategis pemerintah terutama Kementerian Agama.
“Sumbangsih Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, mari sama-sama kita menjaga stabilitas dalam bernegara dengan sikap moderat dan saling memahami,” ungkapnya.
Abdul Amri Siregar juga mengatakan pentingnya moderasi beragama diaplikasikan dalam bernegara dan bermasyarakat. Indonesia khususnya Sumatera Utara punya ragam kultur dan budaya, adat istiadat, dan juga agamanya. Moderasi beragama sebagai jalan untuk mewujudkan perdamaian, kerukunan, toleransi, dan saling menghargai.
“Moderasi Beragama adalah jalan untuk kita menjaga kerukunan dan perdamaian terutama di Sumatera Utara. Kita punya banyak kultur, banyak budaya, beraneka bahasa dan adat istiadat, serta beberapa agama yang dianut. Banyak negara yang mengakui kehebatan kita ini, di mana dapat menjaga perdamaian walau beragam. Tentu itu tidak lepas dari falsafah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika yang selalu kita laksanakan dalam bernegara. Maka, saya ingin Ormas Islam dan Kepemudaan Islam untuk menjadi garda terdepan di tengah masyarakat dalam mengaplikasikan moderasi beragama,” lanjutnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan 1443 H/2022 M tersebut kemudian menjelaskan terkait pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini. Beliau meminta Ormas Islam untuk menyampaikan informasi yang valid kepada masyarakat sebagai counter berita hoaks yang berkeliaran di media sosial.
“Kami berharap Ormas Islam dan Kepemudaan dapat menyampaikan informasi yang akurat, valid, dan benar terkait keberangkatan haji tahun ini. Banyak berita-berita hoaks yang berkeliaran. Saya yakin, Ormas Islam sebagai wadah aspirasi masyarakat dapat memberi kejelasan dan pemahaman, tentu dapat disampaikan kepada kami tentang kebenarannya, itulah pentingnya dialog ini, kami juga butuh saran dan masukan serta implementasi seperti apa yang bisa dilakukan untuk kemaslahatan bersama,” imbuhnya.
Dialog yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut dihadiri pimpinan Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam seperti Nahdlatul ‘Ulama, Muhammadiyah, Al-Washliyah, dan lainnya yang berasal dari Kab/Kota se Sumatera Utara. (Red/Hum)































































