Sahabatnews.com-Medan| Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohammad Maliki Bin Osman mengatakan, bahwa Singapura tidak memiliki sumberdaya alam yang melimpah seperti Indonesia, namun Singapura memiliki sumberdaya manusia yang memiliki tingkat kompetensi cukup tinggi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohammad Maliki Bin Osman dihadapan warga civitas akademika UIN SU dalam kunjungan kerja di Kampus UIN SU IV Tuntungan.
Dikatakan Menteri Maliki bahwa antara Indonesia dan Singapura hubungannya cukup erat dan sangat hangat, baik bidang pendidikan, ekonomi kreatif dan lingkungan sebagai upaya memajukan kedua negara.
“Singapura sebagai investor terbesar di Indonesia dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan, sehingga mampu menciptakan kondisi stabilitas keamanan bagi kedua negara ini cukup baik”,ujar Menteri Mohammad Maliki saat menjadi narasumber pada dialog dengan dosen dan mahasiswa UIN SU di ruang Auditorium Biro Rektor, Senin (10/7/2023).
Dijelaskan Dr Mohammad Maliki, pasca covid yang melanda kawasan Asia Tenggara khususnya, semakin membuka peluang baru peningkatan kerjasama ekonomi, pariwisata dan pendidikan, seperti tourism aviasi dan kerjasama maritim.
“Pemahaman orang muda Indonesia melihat Singapura, memunculkan persepsi yang baik, dan peluang baru pasca covid membuka kesempatan bagi kedua negara untuk lebih meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, karena jarak Medan dan Singapura yang tidak jauh ini menjadi potensi yang baik kedepannya”,ujar Menteri Maliki.
Lebih jauh dijelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam di Singapura di bawah naungan MUIS atau Majelis Ugama Islam Singapura. MUIS lah yang mengatur terkait regulasi dan syarat pendirian lembaga pendidikan islam di Singapura.
“Pemerintah Singapura berkeinginan mendirikan College Islam Singapura dan ini dalam tahap perencanaan. Inilah kerjasama yang bisa di kerjasamakan bersama UIN SU terkait bidang pendidikan keagamaan yang nantinya bernaung dibawa pengawasan MUIS”, sambungnya.
Diakui Menteri Mohammad Maliki bahwa Singapura tidak memiliki SDA seperti di miliki Indonesia, namun kelebihan Singapura SDM lebih maju lewat Pendidikan.
Pada bagian lain Rektor UIN SU Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag menyambut gembira tawaran yang disampaikan Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohammad Maliki Bin Osman, perihal kerjasama di bidang pengembangan sumberdaya manusia.
“UIN SU selama ini sudah bekerjasama dengan Jam’iyyah Singapura dalam bidang kajian Islam dan kita berharap kedepannya ada kerjasama yang lebih spesifik lagi terutama ilmu-ilmu sains dan teknologi agar transfer teknologi dari Perguruan Tinggi Singapura ke UIN SU dapat segera diwujudkan”, ujar Rektor.
Delegasi Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura membawa beberapa pejabat utama dan Konsul Singapura di Medan. Turut menyertai Rektor UIN SU, diantaranya para Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, para Dekan dan Wakil Dekan III di lingkungan UIN SU, dosen dan mahasiswa lainnya.
Acara di tutup dengan dialog antara dosen dan mahasiswa dengan Menteri Maliki, serta penyematan kain ulos dan kain songket kepada Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Dr Mohammad Maliki Bin Osman beserta istri.
Penulis : AS
Editor : Admin1





























































