Sahabatnews.com-Medan| Ulama kharismatik penggiat tasawuf Asal Aceh, Abuya Syekh Haji Amran Wali Al-Kholidi, tiada lelah terus melakukan safari dakwah, mengajak umat untuk mengangkat, mempelajari dan mengamalkan ajaran ihsan tasawuf kesufian untuk meningkatkan keimanan dan makrifat kepada Allah agar bersih dari syirik dan kemunafikan serta memperbaiki amal shaleh agar dapat ikhlas dan istiqomah, berakhlak yang mulia agar dapat berakhlak mengikuti jejak baginda Rasulullah SAW.
Dan juga menggalakkan zikir rateb seribe (berzikir sebanyak banyaknya) agar tidak lupa Allah dalam hati kita dan mendapatkan cahaya serta bantuan Allah dalam mengarungi kehidupan di dunia fana ini, mendidik sekaligus menanamkan benih cinta kepada Allah dan rasulnya yang saat ini umat banyak lalai dan sibuk dengan kehidupan duniawi semata, lupa akan tujuan hidupnya yaitu beribadah dan bermakrifat kepada Allah SWT.
Lewat kajian tauhid tasawuf melalui Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTTI), Abuya Amran Wali Al-Kholidi seolah tiada lelah dan tiada henti terus berdakwah hingga ke mancanegara sekalipun, agar umat manusia tersadarkan, akan arti hidup di dunia ini dan bekal apa yang dibawa ke kampung akhirat kelak.
Seperti perjalanan dakwah Abuya Amran Wali Al-Kholidi beserta rombongan, menuju Malaysia, Singapura dan berakhir di Batam, tidak lain agar dakwah tauhid tasawuf dan kesufian ini untuk dapat di pahami dan diamalkan oleh seluruh lapisan umat islam di Nusantara dan dunia.
“Ihsan ini merupakan rukun agama yang ketiga, yaitu Imán, Islam dan Ihsan. Umat Islam dewasa ini kurang mempelajari dan memahami serta mengamalkan Ihsan, hanya diutamakan Islam yaitu melakukan perintah dan menjauhkan larangan sesuai dengan hukum Islam yang digagas oleh Imam-imam Mazhab, dan juga Iman (aqidah) terutama yang dipelopori oleh Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al Maturidy yaitu ‘Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah,”ujar Abuya Amran Wali Al-Kholidi dalam rilisnya yang disampaikan kepada media, Sabtu (3/8).
Adapun mengenai Ihsan/tasawuf lanjut Abuya, untuk menzhahirkan akhlak yang bagus dan kesufian (hakikat) untuk menghilangkan anaiyah dan wujud diri agar dapat hidup bersama Allah, mencintai alam bersama hamba-hamba Allah dan makhluk-makhluknya, ini kurang dipelajari dan difahami oleh umat islam.
“Maka agama islam tidak lagi dapat diangkat mengalahi agama-agama yang lain, sebagaimana firman Allah Surat Al-Baqarah 143, dan demikian pula kami jadikan kamu umat islam umat yang adil (pilihan) agar kamu menjadi saksi (polisi manusia, menjaga dan menuntun manusia kepada kebaikan),”sambung Abuya Amran Wali.
Dijelaskan Abuya, maka dari itu bagi kita semua agar ajaran ihsan (tasawuf) kesufian dapat di amalkan umat Islam di Nusantara bahkan di seluruh dunia.
Penulis : As
Editor : Admin1



























































