Sahabatnews.com – Medan Hilir mudiknya, mobil pengankutan jenis pick up pembawa LPG 3 Kg ke rumah inisial W, di Psr 10, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Persisnya diseputaran Simpang Kolam Renang Tirta diduga jadi tempat pengoplosan.
Setidaknya, dari amatan wartawan hingga (4/8), tampak beberapa mobil pengangkutan jenis pickup di Jalan Batangkuis-Medan keluar masuk di beberapa Gg di seputaran jalan tersebut dan berujung parker dan masuk ke gudang disamping salahsatu rumah warga beinisial W.
Persisnya, di rumah yang terbilang permanen dan terlihat pelatarannya juga terbilang luas di sisi kanannya, kemudian di sisi kiri tampak gudang yang satu dinding dengan rumah induk, beberapa mobil pick up pembawa tabung LPG subsidi dan tabung non subsidi terlihat keluar masuk.
Di gudang yang tak tertera plang untuk menunjukkan bahwa di lokasi tersebut sebagai pangkalan LPG non subsidi. Saat mobil pick up pembawa LPG Subsidi 3 Kg masuk, pintu gudang langsung ditutup rapat.
Beberapa saat kemudian, pickup pembawa LPG 3 Kg tadi keluar dari gudang tersebut dengan membawa tabung non subsidi yang berwarna biru ukuran 12 Kg keluar gudang. Tak hanya itu, tabung non subsidi ukuran 50 Kg juga terlihat keluar dari gudang itu.
Sementara pick up yang membawa tabung non subsidi berbagai ukuran tersebut terlihat keluar ke arah Kota Medan dengan laju kendaraan yang kecepatannya terbilang maksimal.
Diduga untuk mengelabui petugas, mobil pickup pembawa tabung non subsidi tersebut juga saat keluar tak hanya melalui satu Gg saja menuju jalan besar Batangkuis-Medan, namun keluar lewat beberapa Gg
Dari amatan wartawan, tampak posisi gudan di dalam Gg. tersebut terhubung dengan Gg lainnya, bahkan untuk keluar dari Gg itu, juga ada dua jalur dari depan tembus ke Jalan Batang Kuis-Medan. Kemudian dari belakang tembus ke Jln. Sido Mulyo Psr 9, tembung.
Menurut keterangan, salahsatu warga yang namanya minta tak dicatut di media ini mengatakan, kalau di lokasi tersebut sudah lama berlangsung dugaan pengoplosan gas non subsidi, dan sudah beberapa kali dilakukan penggrebekan oleh petugas, dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), namun hingga kini tetap beroperasi.
“Kalau di sini sudah menjadi buah bibirlah bang, mereka itu komplotan di daerah Psr 10 tersebut, ada beberapa pengoplos yang dikoordinir salahsatu warga berinisial W. Dan kabarnya bekingnya juga cukup kuat,” ungkapnya.
Sayangnya, oknum berisial W tersebut saat diklarifikasi melalui selulernya tak berbalas, meskipun nada sambung WhatsApp (WA) tertulis berdering, dan chat terlihat tanda ceklis 2 biru, namun tak dibalas.
Terkait hal itu, Ketua Koalisi Aliansi Lembaga Sumatera Utara, Danil Sitorus mengatakan, persoalan LPG Subsidi ini memang sudah menjadi atensi lembaganya, mengingat jatah untuk rakyat miskin tersebut ‘dimainkan’ untuk kepentingan memperkaya sekelompok oran.
“Kita akan menggelar aksi untuk meminta Polda Sumut, melakukan razia besar-besaran terhadap seluruh pengoplos, khususnya yang ada di seputaran Kota Medan. Ini merugikan negara berapa banyak dana APBN yang dialokasikan untuk rakyat miskin, namun malah dinikmati oknum-oknum tertentu,” tukasnya.
Penulis : Anto/bis
Editor : Admin 6



























































