Beranda AGAMA Tantangan MUI Sumut Intoleransi Dan Radikalisme Agama di Masyarakat

Tantangan MUI Sumut Intoleransi Dan Radikalisme Agama di Masyarakat

202
0

Sahabatnews.com-Medan Dr H Maratua Simajuntak terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Sekretaris Umum Dr H Asren Nasution, Bendahara Umum Drs H Sotar Nasution, MHB untuk masa khidmat 2020-2025 pada kegiatan Musyawarah Daerah ke IX, yang berakhir Minggu (20/12) di Hotel Santika Dyandra Medan.

Ketua PKNU Sumut memberikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan MUI akan perannya dalam menyikapi situasi berbangsa dan bernegara saat ini.

” Saya memberikan ucapan selamat atas terpilihnya pengurus MUI Sumut priode 2020-2025, sekaligus mengingatkan tantangan MUI kedepan yaitu maraknya intoleransi dan radikalisme agama di tengah masyarakat yang mengancam NKRI dan Pancasila, Kata Muhammad Ikhyar Velayati di Medan, Senin (21/12)

Ikhyar juga mengingatkan pengurus terpilih jangan menjadikan MUI alat kepentingan politik praktis

” Walaupun komposisi pengurus MUI Sumut priode 2020-2025 di pimpin oleh mantan pengurus Partai politik, birokrat dan tokoh ormas, jangan sampai ke depan MUI di gunakan sebagai alat kepentingan politik praktis, khususnya pilgubsu atau pilpres 2024, ucap Ikhyar.

Ikhyar mengatakan tugas mendesak MUI saat ini adalah melawan intoleransi dan menguatnya paham ideologì trans nasional di Indònesia,

” Hasil penelitian SETARA Institut yang mengatakan ada 10 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia sudah terpapar paham Islam radikalisme. Kemudian mantan Menhan Ryamizard Ryacudu juga pernah menyebut ada sekitar 3 persen prajurit TNI yang terpapar radikalisme dan tak setuju Pancasila sebagai ideologi negara dan terakhir penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan hasil penelitiannya terdapat ada 19 pondok pesantren yang terindikasi mengajarkan doktrin bermuatan radikalisme, jelas Ikhyar.

Menurut Ikhyar MUI Sumut harus punya program dan strategi untuk melawan gerakan intoleransi dan paham ideologi trans nasional di Sumut.

” Menyikapi kondisi tèrsebut, tugas mendesak MUI saat ini segera merumuskan progràm dan strategi mengantisipasi menguatnya paham dan gerakan radikalisme serta intoleransi di Sumut, publik berharap MUI dapat mewujudkan dan membentuk pemahaman dan budaya umat islam yang tawassuth (sikap tengah) , At-Tawazun, (keseimbangan ), Tasamuh ( bersikap toleran ) dan Al-I’tidal ( Tegak lurus ) sesuai dengan prinsip Islam Ahlusunnah Waljama’ah” ucap ikhyar

Agar program ini berhasil maka di struktur kepengurusan MUI priode 2020-2025 harus steril dari pemikiran maupun prilaku yang radikal dan anti pemerintah.

” Agar program moderasi beragama dan proses deradikalisasi berhasil , maka pengurus MUI 2020-2025 harus memastikan pengurusnya bersih dari tokoh tokoh yang punya pemikiran radikal dan jejak rekam anti pemerintah”, tegas Ikhyàr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here