Sahabatnews.com-TANJUNGBALAI Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kota Tanjungbalai sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Pelajar Putri NU Berdaya dan Berjaya.”
Konfercab VIII turut dihadiri secara langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, S.P., M.Si., bersama jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai, keluarga besar Nahdlatul Ulama, jajaran PW IPPNU Sumatera Utara, kader IPPNU, serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran Wakil Wali Kota Tanjungbalai menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan dan kiprah IPPNU dalam membina generasi muda, khususnya pelajar putri, agar memiliki karakter, kapasitas, serta daya saing dalam menghadapi tantangan zaman.
Konfercab VIII menjadi momentum penting bagi PC IPPNU Kota Tanjungbalai dalam melakukan evaluasi, konsolidasi, sekaligus regenerasi kepemimpinan. Forum ini tidak hanya menjadi ruang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi wadah untuk merumuskan arah gerak organisasi agar semakin relevan dengan kebutuhan pelajar putri di era digital.
Ketua PW IPPNU Sumatera Utara, Yusni Nuraini Saragih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab VIII dengan baik. Menurutnya, regenerasi merupakan bagian penting dalam memastikan kesinambungan perjuangan organisasi.
“Konfercab bukan sekadar tentang siapa yang menjadi ketua berikutnya. Lebih dari itu, Konfercab adalah ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan menyiapkan langkah baru. Kepemimpinan yang lahir dari proses kaderisasi harus mampu menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus berani menghadirkan inovasi,” ujar Yusni.
Ia menambahkan bahwa tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Pelajar Putri NU Berdaya dan Berjaya” merupakan semangat untuk membangun organisasi melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas kader.
“Kita ingin pelajar putri NU menjadi generasi yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga berilmu, berdaya, mandiri, berprestasi, dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kekuatan penting untuk membawa IPPNU semakin maju,” tambahnya.
Dalam Konfercab VIII tersebut, Dea Damanik menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tanjungbalai. Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan kepada Annisa Azzahro Sitompul, yang terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tanjungbalai untuk periode kepengurusan berikutnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan gerakan IPPNU di Kota Tanjungbalai. Kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan capaian sebelumnya sekaligus menghadirkan terobosan baru yang lebih inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PW IPPNU Sumatera Utara juga mendorong kepengurusan baru untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan literasi, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, Nahdlatul Ulama, dan berbagai elemen masyarakat.
Konfercab VIII menjadi penanda lahirnya babak baru perjalanan IPPNU Kota Tanjungbalai. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), IPPNU diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi pelajar putri NU untuk mengembangkan potensi, memperkuat karakter, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Bergerak Bersama, Berdaya dan Berjaya.”
Penulis : TN
Editor : Admin































































