Sahabatnews.com – Medan Akreditasi Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Medan Area (UMA), yang sebelumnya mencuat , bahwa status akreditasi di brosur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tidak sesuai dengan Pangakalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), yang belakangan diklarifikasi lewat konfrensi pers. Namun, Kini muncul keganjilan.
Salah satu pria berlagak ahli media dan mengaku disuruh Rektor UMA muncul dan menuding pemberitaan salah. Tak sampai disitu, sosok yang belakangan diketahui, adalah Adi Satria bernada memaksa, agar mencopot alias take down berita www.basisinformasi.com
“Kami kan uda cara baik, klarifikasi berita yang abang angkat itu, SALAH,” tulis Adi Satria menuding dan berlagak ahli media, namun tanpa dibarengi narasi yang menjelaskan bahwa isi berita klarifikasi itu salah, melalui pesan WhatsApp (WA) yang ditujukan ke jajaran redaksi Basis Informasi, Selasa (16/8).
“Harusnya tinggal take down,” (red, berita dicopot) cuit Adi lewat WA, merunut kejelasannya soal klarifikasi versi konfrensi pers yang diklaimnya salah itu, malah jadi terkesan blunder dan sinyalkan kalau Kepala IT PTS tersebut minim wawasan alias masih ‘bau jerengaubungle’ dalam menyikapi kerja jurnalis yang dipayungi undang-undang pers.
Minimnya wawasan Adi soal jurnalis itupun semakin mengaga, soalnya ketika disinggung. “Siapa yang bilang berita itu salah,” bilang wartawan. Adi hanya menjawab konyol tanpa narasi kejelasan yang bisa dipertanggungjawabkannya. “Lah kami yang bilang. Kan uda Kami klarifikasi,” jawabnya, bernada lagak alias sok paten.
Tak sampai di situ, ketika Adi coba diingatkan bahwa klaimnya tersebut tak benar dan tak beralasan. “Kau bukan ahli media. Hati2 kau menyebut berita ku salah. Banyak kau belajar bos,” ungkap wartawan mengingatkan, yang kemudian dibalas “Suka Hatimu,” jawab Adi singkat tanpa alasan dan tak mencerminkan jawaban sebagai mewakili civitas akademik UMA.
Tak sampai disitu Adi juga masih terkesan bernada memaksa untuk mencopot berita BIS dengan judul: “Gawat…! PMB UMA, UMA, Prodi tak Terakreditasi Tapi Di Brosur B” yang tayang pada 26 Juli 2022 itu. “Iya kan semalamkan uda kita bahas. Berita yang salah kemarin tentang akreditasi itu di take down,” cuitnya lagi di WA yang dikirim ke jajaran wartawan.
Terkait pernyataan bernada menyalahkan berita itu dan take down itu. Apakah Perintah?. Rektor UMA Prof Dadan Ramdan MEng MSC, yang dikonfirmasi lewat WA menyebut. “Semua sudah saya jelaskan, via humas ttg semua berita,” jawabnya via WA.
Diteror Konten Pornografi
Terpisah dan masih terkait klaim menyalahkan berita, jajaran redaksi BIS juga diteror dengan kiriman thunbel video porno ke dashbohord www.basisinformasi.com, lewat kolom komentar yang dibarengi dengan cuitan. “hahahaha goblok kau bikin berita”.
Teror pornografi yang dibarengi dengan narasi klaim salah bernada menggoblokan lewat dunia maya itu, dikirim oleh email: auxicine03@gmaila.com, dan profilnya tertulis hatters yang dikirim ke kolom komentar pada berita dengan judul “Aneh…! Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor UMA Batasi Usia”.
Dan menjijikkannya lagi, teror pornograafi yang dikirim oleh sosok yang diduga sedikit punya keahlian IT dan hobby nonton film porno itu, ketika diklik profilnya langsung tersambung ke situs asal luar negri yang menyajikan ratusan bahkan ribuan video porno.
Meski pengirim menyamarkan identitas dengan nama email yang terkesan dari negeri “Tirai Bambu” dan profil berbahasa luar, namun dari pelacakan jejak digital diketahui, kalau pengiriman dilakukan di Medan, artinya sosok pengirim itu memang orang Medan, dengan IP Adres:1100.232XXXXX.
Konfrensi Pers Diklaim Karifikasi
Untuk diketahui, terkait klaim klarifikasi versi Kampus Universitas Medan Area terhadap berita yang ditayangkan BIS dengan judul: “Gawat…! PMB UMA, UMA, Prodi tak Terakreditasi Tapi Di Brosur B”. Mulanya, wartawan BIS diundang oleh Kabag Humas UMA lewat seluler.
Dan kemudian pada, Senin (14/08, sekira pukul 02.15 wib, wartawan BIS hadir ke kantor humas UMA, di sana disambut oleh Kabag Humas Suwarni MA, didampingi Mewakili Rektor, adalah Wakil Rektor 3 Dr Rizkan Zulyadi SH, serta Adi Satria.
Undangan klarifikasi tersebut, pihak UMA tak memberikan salinan klarifikasi yang dalam UU Pers 40 Tahun 1999 diatur sebagai hak jawab itu, namun pihak UMA hanya melakukan keterangan pers atau konfrensi pers kepada wartawan BIS dan salahsatu wartawan media online Kota Medan.
Meskipun tak memberikan salinan, namun keterangan pers yang muaranya menyoal dan menjawab berita BIS dengan judul “Gawat…! PMB UMA, UMA, Prodi tak Terakreditasi Tapi Di Brosur B” tetap diaspirasi pihak BIS dengan menerbitkan berita dengan judul. “Soal Akrditasi Prodi. Rektor UMA Menyesuaikan SE BANPT Untuk Kejar Status Unggul”.
Saat itu, persisnya disela-sela konfrensi pers, Adi Satria meminta berita yang mengangkat akreditasi itu, juga di take down atau dicopot. “Aku disuruh rektor take down berita abang. Tapi kubilang ke rektor panggil aja wartawannya bicarakan baik-baik agar di take down,” ungkap Adi kepada wartawan BIS.
Menyikapi permintaan take down itupun, wartawan BIS mengatakan, akan membicarakannya ke tim IT dan jajaran redaksi lainnya. “Kalau itu harus kubicarakan dulu dengan IT kami dan jajaran redaksi. Besok humas kuhubungi bisa di take down atau tidak,” jawab wartawan BIS. (anto).
Penulis : Hendra
Editor : Admin 6




























































