Sahabatnews.com-Medan Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir Dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Sumatera Utara menyatakan sikap menolak Kasat Banser Nasional mendampingi Edy Ramayadi dalam kontestasi Pilgubsu 2024 mendatang.
“Sebagai Banom GP Ansor kami siap satu komando bersama ketua PW, yang tetap konsisten menjaga marwah organisasi GP Ansor, saya meminta kepada seluruh kader Rijalul Ansor di Sumut, agar tetap solit satu komando tegak lurus bersama ketua PW GP Ansor” ucap Ketua MDS Rijalul Ansor Sumut.
Ketua MDS Rijalul Ansor Sumut Dedi Hermanto Sitorus mengatakan, penolakan ini bukan tanpa alasan, mengingat sosok Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi pernah menghina organisasi.
“ Yang pertama secara organisasi kami solit satu komando dengan Ketua Pimpinan Wilayah, yang dengan tegas menolak memberikan dukungan kepada Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasat Kornas) Banser Komandan Hasan Basri Sagala (HBS), yang kedua menampung rasa prihatin kader dan warga nahdliyin se dunia”, ucap Dedi Sitorus Selasa (27/08/2024).
“Kami telah memaafkan namun tidak pernah lupa dengan kalimat yang di lontarkan mantan Gubsu Edy Ramayadi pada saat menerima audiensi dari sahabat-sahabat panitia Konferensi ke – XVII PW GP Ansor Sumut 2019 lalu, yang kita sayangkan komandan HBS adalah symbol organisasi dan saat ini di gadang-gadang menjadi calon Wakil Gubernur Sumut mendampingi Edy Ramayadi” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, GP Ansor menolak jika ada kadernya yang maju mendampingi bakal calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang maju pada Pilkada serentak 2024 November mendatang.
Hal itu ditegaskan Ketua PW GP Ansor Sumatera Utara, Adlin Tambunan, bahwa pengurus wilayah GP Ansor Sumut menolak memberikan dukungan kepada kadernya yang akan maju mendampingi Edy Rahmayadi sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2024-2029.
“Kami tidak akan mendukung kader kami (GP Ansor) untuk maju mendampingi Edy Rahmayadi sebagai Cagubsu,” ucapnya.
Adlin menambahkan, jika ia lebih mendukung Hasan Basri Sagala (HBS) untuk fokus membantu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta sebagai Staf Khusus Menteri Agama.
“Ya kalau menurut saya, HBS sebaiknya fokus pada tugasnya membantu Pak Menteri Agama, karena banyak pekerjaan di Kementrian Agama yang membutuhkan buah pikiran dari HBS,” ujarnya.
Wakil Bupati Serdang Bedagai ini juga mengomentari kisah kelam masa lalu yang menimpa GP Ansor.
“Kalau soal itu, ya agak sulit aja kita mendukung orang yang pernah menghina organisasi kita, sementara kita harusnya menjunjung tinggi kehormatan GP Ansor,” ucapnya.
Penulis : DSP
Editor : Admin1





























































