Sahabatnews.com–Medan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Sumatera Utara menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara masa jabatan antarwaktu periode 2022–2027. Penetapan dilakukan dalam Rapat Pleno di Kantor PWNU, Jalan Sei Batanghari, Medan, Sabtu 25 Juli 2026.
Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari pengunduran diri KH Bahauddin, Lc dari jabatan Rois PWNU Sumut. Pengunduran diri tersebut telah disampaikan resmi melalui surat pernyataan bermeterai pada 6 Oktober 2025, dan diperkuat rekaman suara yang diputar di hadapan peserta rapat.

Dalam rekaman tersebut, KH Bahauddin menjelaskan alasan mundur karena terpilih sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Mandailing Natal pada Konferensi Cabang VI NU Mandailing Natal, Oktober 2025.
“Menurut AD/ART NU, Rais Syuriyah tidak dibenarkan merangkap jabatan di dua tempat. Karena saya bertempat di Madina, maka saya memilih fokus di PCNU Mandailing Natal,” ujar KH Bahauddin dalam rekaman yang diputar saat rapat.
Ketentuan AD/ART NU, Peraturan Perkumpulan, dan Peraturan PBNU memang melarang pengurus NU merangkap jabatan di semua tingkatan. Atas dasar itu, forum menerima pengunduran diri KH Bahauddin dan fokus beliau mengemban amanah di PCNU Mandailing Natal.
Rapat pleno dipimpin oleh KH Abdul Hamid Ritonga bersama H. Marahalim Harahap. Rapat dihadiri unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sumut, Ketua Badan Otonom, serta Ketua Lembaga di lingkungan PWNU Sumut.
Dalam forum tersebut, peserta rapat secara aklamasi menerima hasil Rapat Syuriyah PWNU Sumut 23 Januari 2026 dan menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara untuk melanjutkan sisa masa khidmat 2022–2027.
“Semoga kepemimpinan baru ini membawa PWNU Sumut semakin solid dalam mengawal Ahlussunnah wal Jamaah dan khidmat kepada umat,” ujar pimpinan sidang menutup rapat.
Penulis : Ds
Editor : Admin1



























































