Sahabatnews.com-Medan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dinilai gagal mengantisipasi banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah. Pemicunya: pemangkasan drastis anggaran bencana yang membuat respons pemerintah melemah.
Peneliti FITRA Sumut sekaligus pengamat anggaran, Elfenda Ananda, mengungkap bahwa Belanja Tidak Terduga (BTT)—pos utama penanganan darurat—dipangkas besar-besaran dalam Perubahan APBD 2025.
“Anggaran BTT yang sebelumnya Rp843,1 miliar pada masa Pj Gubernur Fatoni turun menjadi hanya Rp98,3 miliar. Pemotongannya mencapai 88 persen atau berkurang Rp744,7 miliar,” tegas Elfenda, Senin (8/12/2025).
Pemangkasan itu berlanjut pada APBD 2026, di mana BTT kembali merosot menjadi Rp70 miliar, meski total belanja daerah mencapai Rp12,5 triliun. Proporsi anggaran bencana itu hanya 0,8 persen, jauh di bawah standar internasional untuk wilayah rawan bencana yang idealnya berada pada 1,5–5 persen.
Perencanaan Lemah, Risiko Bencana Tak Diukur
Elfenda menilai pemotongan dan pergeseran anggaran yang terjadi sepanjang tahun menandakan instabilitas perencanaan fiskal dan ketiadaan analisis risiko bencana dalam penyusunan APBD.
“Pergeseran yang terlalu sering menunjukkan perencanaan yang lemah. Tidak ada basis risiko bencana, termasuk dari data peringatan BMKG,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa politik anggaran Pemprov Sumut lebih dipengaruhi tarik-menarik kepentingan, termasuk pengalihan BTT ke belanja infrastruktur jalan, yang kini ikut disorot karena dugaan korupsi.
“BTT akhirnya hanya menjadi pos fleksibel, bukan instrumen kesiapsiagaan,” tambahnya.
Respons Pemerintah Dinilai Lambat
Banjir dan longsor yang menghantam berbagai daerah di Sumut memperlihatkan lemahnya respons pemerintah provinsi. Distribusi logistik tersendat, jalur evakuasi terputus, dan bantuan awal minim, membuat beberapa daerah terpaksa mengambil langkah talangan sambil menunggu bantuan dari provinsi.
Situasi ini memperkuat kritik bahwa pemangkasan anggaran bencana berdampak langsung pada kemampuan pemerintah menangani keadaan darurat.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin



























































