Sahabatnews.com-Tapteng Kapal Stempel Wisata/Dolpin dengan nomor lambung 70 ternyata tenggelam di sekitar perairan laut Pulau Situngkus dan Pulau Mursala, Kabupaten Tapteng, Sabtu 29 Juni sekitar pukul 11.00 WIB.
Seperti diberitakan sebelumnya, informasi awal penumpang kapal yang tenggelam sebanyak 43 orang, namun yang sebenarnya adalah berisikan 38 orang penumpang, dengan rincian 28 orang rombongan Jemaat Gereja Retreat Permata GBKP Berastagi Rg Cinta Rakyat 2024, 6 orang rombongan keluarga dari Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara, 2 orang agen travel serta 2 orang nahkoda dan ABK.
Nikson Nababan Menyampaikan Berbela sungkawa kepada keluarga korban kapal tenggelam di Tapanuli Tengah . Ia mendoakan agar para korban husnul khotimah, ia menghimbau kepada para nakhoda kapal yang lain agar memperhatikan cuaca dan muatan sebelum berangkat. Ia tak ingin kejadian serupa terulang kembali.
“Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga almarhum dan almarhumah husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, Amiin YRA, Kepada nakhoda kapal dan supir bus agar memperhatikan keselamatan penumpang. Siapkan pelampung di kapal, jika cuaca tidak baik gelombang besar jangan dipaksakan berangkat,” ujar Nikson Nababan
Selain itu, Nikson juga mengingatkan agar kapal tidak diisi melebihi kapasitasnya. Sebab, jika kapasitas berlebihan, maka berpotensi mengalami kecelakaan laut, begitu juga dengan supir bus dan travel, Nikson meminta para supir agar berhati-hati dalam berkendara. Jika tiba-tiba mengantuk, maka supir diminta untuk istirahat dan tidur, tidak memaksakan berangkat.
“Tolong ini nakhoda dan para supir diperhatikan, batasi penumpang sesuai kapasitasnya. Jangan kelebihan muatan, baik barang maupun penumpangnya. Untuk supir jika mengantuk istirahat dulu pada tempat yang aman,” jelas Nikson
Kapal dinahkodai Irwansyah, 47 tahun, bersama Sariadi alias Adi, 30 tahun, sebagai awak kapal yang hendak berwisata ke Pulau Mursala, Kabupaten Tapteng. Namun na’as, masih di tengah perjalanan kapal mengalami kebocoran akibat hempasan ombak yang mengakibatkan kapal kemasukan air laut dan tenggelam.
Kronologis tengelamnya kapal wisata tersebut berdasarkan keterangan saksi (korban) YP Pasya br Tarigan, 18 tahun, warga Desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Pada pukul 10.30 WIB kapal itu berangkat dari Pantai Indah Pandan (PIP) Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Pandan, Kababupaten Tapteng.
Kemudian sekitar pukul 10.50 WIB kapal pun mengalami kebocoran akibat hempasan ombak mengakibatkan kapal kemasukan air laut. Korban bersama penumpang kapal lainnya sempat melakukan upaya mengeluarkan air dari dalam kapal.
“Karena air semakin banyak yang masuk ke dalam kapal, korban bersama penumpang lainnya tidak mampu mengeluarkan air dari dalam lambung kapal, Dan sekitar pukul 11.00 WIB kapal tenggelam di sekitar Pulau Situngkus dan Pulau Mursala Kabupaten Tapteng,” ujar YP Pasya br Tarigan.
Sebahagian penumpang kapal ada yang tidak menggunakan alat keselamatan berupa life jacket (rompi pelampung) menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya korban tewas.
Diperkirakan kecelakaan terjadi disebabkan adanya faktor kelalaian manusia dan faktor alam, saat ini nahkoda kapal telah diamankan satuan Reskrim Polres Tapteng untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Penulis: Roby
Editor: Admin1





























































