Sahabatnews.com-Pematangsiantar 7 November 2025
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah bagan dugaan praktik pemerasan dana APBD dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar. Dokumen visual yang tersebar pada Jumat (7/11) itu menimbulkan gelombang kecurigaan publik terhadap sejumlah pejabat penting di Kota Siantar.
Dalam bagan yang viral tersebut, tercantum beberapa nama, antara lain Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Ketua DPRD Timbul Lingga, dan Ilal Mahdi Nasution, serta beberapa nama lain yang disebut ikut terlibat dalam skema pengumpulan dana dari proyek APBD Tahun 2025.
Isi Bagan: Dugaan Pemotongan 20 Persen dan Uang Jabatan Rp100 Juta
Bagan itu menyebut, Wali Kota Wesly diduga berkoordinasi dengan Ketua DPRD Timbul Lingga untuk memberikan perintah kepada Ilal Mahdi Nasution agar mengutip 20 persen dari setiap proyek APBD 2025.
Tak hanya itu, para kepala dinas dan kepala badan (eselon II) disebut diminta menyerahkan Rp100 juta untuk mempertahankan jabatannya.
Dalam struktur bagan, Ilal disebut menugaskan sejumlah orang, antara lain Junaidi Sitanggang dan Metro Hutagaol, untuk mengutip dana dari pimpinan OPD, sementara Roni Simbolon dan Imanuel Lingga disebut bertugas mengutip dari rekanan proyek baik melalui tender maupun pengadaan langsung.
Pembagian Tugas dan Aliran Dana
Masih menurut bagan tersebut, Roni membagi tugas pemungutan dana kepada Pardamean Sibarani dan Darwan Purba yang mengutip dari kalangan pengusaha. Sementara itu, Junaidi bersama Samuel Silaen disebut mengutip dari kepala dinas, badan, hingga puskesmas.
Dalam klaim yang tercantum di bagan, Ilal Mahdi Nasution disebut menerima Rp4 miliar dari Samuel melalui Metro, serta Rp20 miliar dari sejumlah rekanan melalui Pardamean dan Darwan. Dana itu, sebagaimana disebut dalam bagan, disetorkan kepada Wesly Silalahi dan sebagian kepada Timbul Lingga dengan dalih “biaya politik” dan “pemeliharaan jabatan”.
Belum Terverifikasi dan Dibantah Keras
Hingga kini, kebenaran isi bagan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Tidak ada bukti resmi atau pernyataan lembaga penegak hukum yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Ilal Mahdi Nasution yang diketahui menjabat sebagai Dewan Pengawas Perumda Tirtauli sekaligus Ketua Tim Pemenangan Wesly-Herlina pada Pilkada 2024, membantah keras tudingan tersebut.
“Tidak benar itu, fitnah. Di mana logikanya?” tegas Ilal singkat saat dihubungi Sahabatnews.com, Jumat (7/11).
Publik kini menanti langkah resmi dari aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran di balik beredarnya bagan kontroversial yang menyorot dugaan korupsi dan jual beli jabatan di Pemkot Pematangsiantar ini.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin

































































