Sahabatnews.com-Medan | Kisruh soal polemik yang terjadi antara Jamaah Majelis Pengkajian Tauhid Tawasuf Indonesia (MPTTI) Sumatera Utara yang seyogianya melaksanakan kegiatan Muzakarah VII MPTTI tingkat Asean pada tanggal 13 hingga 15 Maret 2023 lalu, akhirnya kandas.
Batalnya kegiatan Muzakarah MPTTI yang rencananya dihadiri para ulama thariqoh dan penggiat tasawuf, yang berasal dari Indonesia dan negara-negara Asean, bahkan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Anwar Ibrahim lewat postingan platfrom media sosial memberikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muzakarah ulama thariqoh, walaupun akhirnya tidak terlaksana, disebabkan adanya permintaan dari MUI Sumut kepada Polda Sumatera Utara untuk tidak memberi izin kegiatan Muzakarah MPTTI beserta zikir dan salawatan.
MUI Sumatera Utara beralasan, bahwa ajaran MPTTI dapat menimbulkan keresahan bagi umat Islam di Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya, terkait kajian Kitab Insan Kamil karangan ulama Sufi dunia Syekh Abdul Karim Al-Jili, alasan MUI Sumut, pengajian MPTTI dibawah pimpinan Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Kholidi dapat menimbulkan keresahan dan bisa menganggu kondusifitas di Sumatera Utara.
“Tentu saya sebagai Ketua Panitia merasa sedih, karena dibatalkannya kegiatan Muzakarah ulama ini, padahal segala ketentuan sudah kami lengkapi, mulai izin dari Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara hingga Mabes Polri rekomendasi kegiatan sudah turun, namun secara mendadak hanya lima hari sebelum acara, izin kami ditarik kembali oleh Polda Sumut, dengan alasan adanya permintaan dari MUI Sumut,”ujar Ahamd Taqwa Elfattah,SE dan H. Rasyid Ridho, SAg kepada media, selasa (24/10/2023) di Medan.
Cucu dari salah satu pendiri organisasi Al-Jami’atul Wasliyah KH Udin Syamsuddin ini mengatakan alasan MUI Sumut terkait soal tafsir ‘Muhammad itu Allah’ yang berasal dari kitab Insan Kamil, lalu digoreng sedemikian rupa menjadi isu, seolah-olah MPTTI telah MenTuhan kan Muhammad.
“Tuduhan keji dan tak mendasar ini bagi kami cukup menyakitkan, seolah-olah kami sudah berganti syahadat (rukun Islam), terkait kajian Abuya Syekh Haji Amran Waly saat itu dinamika diruang diskusi yang dihadiri para tokoh dan intelektual Islam ada dialog dan itu sudah dijawab Abuya, kami sebagai jamaah yang rutin mengikuti pengajian tauhid tasawuf dengan guru-guru yang juga murid langsung Abuya Syekh Amran Waly, tidak pernah sekalipun membahas kitab Syekh Karim Al-Jili tersebut,”ujar Taqwa heran.
Jadi menurut Taqwa, alasan MUI Sumut bahwa kegiatan Muzakarah MPTTI nantinya akan menimbulkan keresahan, pertanyaannya siapa yang resah.
“Jadi aneh ketika alasan timbulnya keresahan jika kegiatan Muzakarah ini dilaksanakan, sebagaimana yang disampaikan Dr Ardiansyah, bahwa organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama, Al-Wasliyah, Muhammadiyah dan Ansor yang meminta kepada MUI Sumut agar mencegah kegiatan tersebut, oleh kuasa hukum MPTTI pada sidang minggu lalu meminta kepada saksi fakta MUI Sumut apakah ada surat resmi permintaan dari masing-masing Ormas Islam kepada MUI Sumut untuk melarang kegiatan tersebut, maka dijawab saksi fakta MUI Sumut tidak tahu,”ujar Taqwa setengah heran.
Kemudian lanjut Ketua Panitia Muzakarah MPTTI VII di Medan ini, keheranan selanjutnya soal adanya kajian tentang MPTTI dan diyakini bahwa sikap MUI Sumut tidak ujug-ujug (tiba-tiba).
“Yang lebih mengherankan lagi, disampaikan juru bicara MUI Sumut Dr Ardiansyah pada salah satu media online, tentang MPTTI ini sudah ada kajiannya sejak 8 bulan lalu, lha inikan aneh, bagaimana mungkin dari acara pra Muzakarah September 2022 hingga Muzakarah di bulan Maret 2023, baru 7 bulan kami persiapkan agenda, namun tiba-tiba dinyatakan MUI Sumut sudah ada kajian, hasil kajian MUI Sumut yang katanya sudah 8 bulan dibahas, mengapa tidak diberikan kepada Kepolisian, mulai dari Polrestabes, Polda hingga Mabes Polri tidak tahu, sebab kami sudah terima izin pelaksanaan kegiatan tersebut, lima hari sebelum acara, Polda Sumut meminta kembali surat izin rekomendasi kegiatan, disebabkan adanya permintaan dari MUI Sumut dengan alasan keresahan dan berpotensi menggangu kondusifitas Sumatera Utara,”ucap Taqwa tegas.
Diceritakan Taqwa, saat pertemuan Panitia Muzakarah dan pengurus MPTTI Sumut dengan MUI Sumut yang difasilitasi Polda Sumut, panitia meminta kepada MUI Sumut agar untuk kegiatan zikir dan salawatan diberikan, mengingat para peserta dari dalam dan luar negeri sudah mulai berdatangan.
“Untuk zikir dan salawatan serta doa bagi kedamaian negeri juga tidak diberikan MUI Sumut dengan alasan tidak jelas, inilah bentuk arogansi tanpa mau mendengar keinginan jamaah MPTTI sekedar berzikir memuliakan asma Allah dan Rasulullah Muhammad SAW pun tidak direspon MUI Sumut,”ungkap Taqwa kecewa yang dibenarkan oleh Rasyid Ridho,SAg yang turut hadir pada pertemuan MPTTI dan MUI Sumut di Aula Kantor MUI Sumut Medan.
Selanjutnya menurut Taqwa ada ucapan yang disampaikan salah seorang Wakil Ketua Umum MUI Sumut yang mengatakan lewat media online dan media cetak, bahwa MPTTI telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Allah dalam kajiannya.
“Ucapan Dr Arso yang mengatakan bahwa MPTTI telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Allah pada media cetak dan online ini juga fitnah luar biasa, seolah kami ini sudah hilang akal, hilang iman dan hilang aqidah, tuduhan ini sangat serius dan segera kami rapat untuk menentukan sikap dan bila perlu tuntutan secara hukum, karena fitnah ini sudah diluar batas akhlak sesama muslim, apalagi perkataan itu keluar dari mulut seorang ulama, maka kami segera berkonsultasi dengan tim hukum dan jika tuduhan tersebut ada delik hukum, maka kami segera membuat laporan ke pihak Kepolisian,”ujar Taqwa serius.
Sebagai bahan pertimbangan, kegiatan Muzakarah VII MPTTI ulama sufi dan thariqoh Asean dan Nusantara, menggelar kegiatan Muzakarah VII di Kabupaten Aceh Singkil tanggal 10 hingga 13 Oktober 2023, yang di buka secara resmi oleh Pj Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki yang diwakili Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Masyarakat Dr Yusrizal, MSi, pejabat Forkompinda Aceh mewakili Pangdam Iskandar Muda, mewakili Polda Aceh dan pengamanan penuh Polres Aceh Singkil, hingga akhirnya acara berjalan aman, lancar dan kondusif hingga akhir kegiatan.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1































































