Sahabatnews.com-MEDAN Di tengah semangat pembenahan besar-besaran yang tengah dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Hutanggul Siregar, justru muncul persoalan serius dari salah satu cabang olahraga di bawah naungannya — Kabaddi Sumatera Utara.
Sudah dua tahun penuh sejak pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kabaddi Sumut 2023, namun honor wasit dan panitia pertandingan belum juga dibayarkan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam sekaligus menodai semangat pembenahan yang tengah digelorakan KONI Sumut.
🕐 Dua tahun Menunggu, Hak Wasit Tak Kunjung Dibayar
Seorang wasit yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Kejurda 2023 mengaku sudah berulang kali menuntut kejelasan honor kepada pengurus Kabaddi Sumut, namun tidak mendapat respons berarti.
“Kami sudah berkoordinasi lewat chat dan telepon, tapi selalu diabaikan. Semua bukti percakapan masih kami simpan. Kami hanya menuntut hak kami yang belum dibayarkan,” ujar salah satu wasit kepada wartawan, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, para perangkat pertandingan tidak menuntut lebih dari apa yang dijanjikan panitia.
“Kalau memang tidak ada honor, sampaikan secara resmi. Tapi kalau memang ada, kenapa kami tidak dibayar?” tegasnya dengan nada kecewa.
💰 Transparansi Dana Kejurda Kabaddi Dipertanyakan
Mandeknya pembayaran honor ini memunculkan tanda tanya besar mengenai transparansi dan akuntabilitas keuangan di tubuh Pengurus Kabaddi Sumut.
Padahal, Kejurda Kabaddi Sumut 2023 merupakan ajang resmi berlevel provinsi yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara, serta mendapat dukungan penuh dari Ketua KONI Sumut sebelumnya, Jhon Ismadi Lubis.
Namun, hingga kini, kegiatan tersebut justru meninggalkan jejak buruk berupa polemik keuangan yang belum terselesaikan di bawah kepemimpinan Dicky Hendrawan sebagai Ketua Kabaddi Sumut.
Sejumlah pemerhati olahraga menilai, kasus ini mencerminkan lemahnya tata kelola organisasi olahraga di daerah.
“Hak-hak teknis seperti honor wasit sering diabaikan setelah event selesai. Padahal mereka adalah garda depan yang menjaga integritas pertandingan,” ujar salah satu pengamat olahraga Sumut.
⚖️ Desakan untuk KONI Sumut: Segera Bertindak!
Situasi ini membuat banyak pihak mendesak KONI Sumut agar segera turun tangan menengahi polemik dan memeriksa pertanggungjawaban dana kegiatan tersebut.
Langkah tegas dinilai perlu agar kepercayaan publik terhadap dunia olahraga Sumut tidak semakin luntur.
“Wasit adalah elemen vital dalam menjaga sportivitas. Jika hak mereka saja diabaikan, bagaimana olahraga bisa berkembang secara profesional?” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pengurus Cabang Olahraga Kabaddi Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dibayarkannya honor wasit dan panitia Kejurda 2023.
🔍 KONI Sumut di Bawah Hutanggul Siregar: Momentum Perbaikan
Sebelumnya, Ketua KONI Sumut Hutanggul Siregar dalam sambutannya usai pelantikan periode 2025–2029 menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Mari sama-sama memasyarakatkan dan menggairahkan olahraga dengan kolaborasi lintas kabupaten/kota demi kejayaan olahraga Sumut di tingkat nasional dan internasional,” ujar Hutanggul.
Namun, jika polemik seperti ini dibiarkan, semangat pembenahan itu bisa ternoda oleh masalah klasik: ketidaktransparanan dan lemahnya manajemen keuangan olahraga daerah.
🏷️ Hashtag:
KONISumut #KabaddiSumut #HonorWasit #OlahragaSumut #KejurdaKabaddi2023 #TransparansiDana #HutanggulSiregar #DickyHendrawan #PialaGubernurSumut #BeritaSumut
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin


































































