Home ARTIKEL Ekonomi Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19

Ekonomi Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19

308
0

Ekonomi Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Julhamdi Lubis

DuniaEkonomi Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 DUNIA tengah dihebohkan kemunculan corona virus, Virus corona sebenarnya tidak serta merta muncul begitu saja, pada 1918-1919 juga ada virus mematikan yaitu flu spanyol. Virus itu mematikan dan menjadi pandemi pada saat itu dan menelan korban 40 juta jiwa (https://katadata.co.id/2020).

Tetapi munculnya kembali corona virus disseases (covid-19) yang mematikan ini, menurut para ahli, lebih ganas dari virus pendahulunya. World Health Organization (WHO) menyatakan, coronaviruses (cov) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut covid-19. Virus corona menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV).

Virus ini pertama kali muncul di Wuhan Cina, Desember 2019, lalu berkembang sangat cepat bahkan ke berbagai negara, dan saat ini sudah merupakan suatu pandemi, melanda seluruh dunia. Sejauh ini jumlah terpapar Covid-19 di Global telah mencapai 3.727.301 orang di dunia. Sedangkan di indonesia sendiri sebanyak 12.776 orang yg sudah positif terjangkit Virus ini, dengan begitu indonesia berada diurutan 36 dari 215 negara yang sudah terpapar (Menurut data WHO). Covid-19 yang merebak di Indonesia tidak hanya berdampak serius pada kesehatan masyarakat, namun juga mengancam stabilitas ekonomi Bumi Pertiwi. Upaya mengatasi penyebaran Corona juga sudah gencar dilakukan oleh pemerintah, mulai dari menerapkan Physical Distancing dan kini telah ditingkatkan menjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Menurut Pemenkes Nomor 9 Tahun 2020, PSBB Merupakan Pembatasan Kegiatan Tertentu Penduduk Suatu Wilayah yang diduga Terinfeksi Covid-19 Tujuannya yaitu Mencegah Penyebaran Covid-19 Disuatu Wilayah dan kini sudah secara resmi telah diterapkan oleh pemerintah. Tentu ini akan menimbulkan dampak bagi perekonomian di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat harus bersiap terhadap apa yang terjadi bila kasus penyebaran virus ini semakin berlarut. Menurut penelitian Driven Innovation Lab Singapore University Of Technology And Design prediksi usainya pandemi covid-19 di Indonesia akan usai dalam 3 waktu. Yakni 97% di 7 Juni 2020, 99% di 29 Juni 2020, dan 100% di 7 September 2020. Sedangkan untuk seluruh dunia, penelitian ini memperkirakan Covid-19 akan selesai pada Desember 2020. Berbulan-bulan sudah dunia, termasuk Indonesia, berada dalam cengkraman Covid-19.

Kondisi ini memaksa kita untuk tinggal di rumah, melakukan pekerjaan dari rumah, tidak terkecuali sektor pendidikan. Pemerintah mengambil kebijakan melakukan pembelajaran jarak jauh, banyak hambatan dan rintangan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh, namun semua itu harus dilalui demi menciptakan generasi muda bangsa. “Beberapa persoalan mengemuka bagi mahasiswa di antaranya adalah kouta dan SPP yang tak kunjung ada solusi yang pasti”.!!! Dikutip dari KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 di Indonesia membawa sejumlah dampak di sektor pendidikan, termasuk bagi Perguruan Tinggi.

Beberapa persoalan mengemuka bagi mahasiswa di antaranya adalah kouta dan SPP. “Sesuai data yang kami kumpulkan dari 613 responden di LLDikti III hal kendala yang dihadapi, 47 persen tentang bantuan kuota internet dan 21 persen mengenai pembiayaan perkuliahan (SPP), ” jelas Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Agus Setyo Budi. Prof. Agus menambahkan, sample survei yang terkumpul tersebut baru di bawah 0,1 persen dengan total 718.238 mahasiswa di wilayah LLDikti Jakarta dan sekitarnya”.Sampai dengan minggu depan, data nya masih kita jaring dan akan kita carikan solusi yang tepat dari kendala yang dihadapi. Kita juga akan terus update dan diskusikan masalah ini dengan para pimpinan perguruan tinggi dalam monitoring evaluasi senin depan,” ujar Prof. Agus.

Dalam menyikapi hal tersebut, mudah mudahan keinginan dan keluh kesah mahasiswa bisa segera terpenuhi. Sejalan hal itu, Kemendikbud juga sudah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan on-going beasiswa Bidikmisi untuk memastikan mahasiswa yang bermasalah secara finansial untuk tetap kuliah. Dan mudah mudahan kemendikbud mencek dengan benar benar siapa yang berhak mendapatkan (KIP). Supaya tepat sasaran,karena di masa pandemi ini semua orang menginginkan (KIP). Dengan demikian diperlukan kesadaran masing-masing pribadi kita untuk mematuhi berbagai kebijakan yang diterapkan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini agar ekonomi tidak tertekan dan pertumbuhan ekonomi mulai mengalami kenaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here