Sahabatnews.com-Jakarta Google Indonesia akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan lima orang tersangka, termasuk mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Pernyataan Resmi Google Indonesia
Google menegaskan bahwa perusahaan hanya berperan sebagai penyedia teknologi melalui jaringan reseller dan mitra resmi, bukan sebagai pihak langsung dalam pengadaan pemerintah.
“Google bangga atas komitmen jangka panjang dalam memajukan pendidikan Indonesia. Pengadaan Chromebook dilakukan langsung antara instansi pemerintah dengan mitra dan reseller, bukan dengan Google,” jelas pernyataan resmi Google Indonesia, Jumat (5/9).
Google juga memastikan hanya terlibat sebagai saksi dalam kasus ini dan menyatakan siap bekerja sama dengan Kejagung untuk memperlancar proses penyidikan.
Skandal Korupsi Laptop Chromebook
Kasus ini mencuat setelah Kejagung menemukan adanya dugaan korupsi dalam program Digitalisasi Pendidikan dengan anggaran fantastis mencapai Rp 9,3 triliun. Program tersebut mencakup pengadaan 1,2 juta unit laptop Chromebook untuk sekolah, termasuk di daerah 3T.
Namun, menurut Kejagung, pemilihan Chromebook dinilai tidak optimal karena sangat bergantung pada akses internet, yang justru masih terbatas di daerah 3T.
Selain itu, ditemukan adanya ketidaksesuaian harga yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 1,98 triliun.
Daftar Tersangka
Selain Nadiem Makarim, Kejagung menetapkan empat tersangka lain:
Mulyatsyah – Direktur SMP Kemendikbudristek 2020–2021.
Sri Wahyuningsih – Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek 2020–2021.
Jurist Tan – Mantan staf khusus Mendikbudristek.
Ibrahim Arief – Mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek.
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Respons Nadiem Makarim
Menanggapi status tersangkanya, Nadiem Makarim membantah keras tuduhan Kejagung. Ia menegaskan selalu berpegang teguh pada integritas dan kejujuran.
“Tuhan akan melindungi saya. Sepanjang hidup saya, saya selalu menjunjung tinggi kejujuran dan integritas,” tegas Nadiem.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin




























































