Sahabatnews.com-Jakarta Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) kembali menegaskan pentingnya menjaga komitmen integritas birokrasi.
Melalui kegiatan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) bagi satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kemenag ingin memastikan reformasi birokrasi tetap berjalan secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 5 Agustus 2025, ini diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari satuan kerja berpredikat WBK/WBBM, unit eselon I pembina, Tim Penilai Internal ZI, hingga jajaran Itjen Kemenag. Khairunas: WBK/WBBM Bukan Tujuan AkhirInspektur Jenderal Kemenag, Khairunas, secara langsung membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan ZI bukan sekadar proses administratif, melainkan komitmen moral dan profesional.
> “Program ini bukan hanya kewajiban administratif, tapi wujud nyata dari semangat kita untuk membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khairunas mengingatkan bahwa pencapaian predikat WBK/WBBM adalah tanggung jawab jangka panjang, bukan akhir dari reformasi birokrasi.
> “Justru setelah mendapatkan predikat, tantangan sesungguhnya dimulai. Kita harus menjaga, meningkatkan, dan menyempurnakan kualitas layanan serta budaya integritas,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Itjen Kemenag tidak hanya bertindak sebagai pengawas, melainkan juga mitra strategis dalam memastikan keberlanjutan program ZI melalui pendampingan, monitoring, dan penanganan maladministrasi.
Siti Mudayaroh: ZI Adalah Agenda Besar Reformasi Birokrasi Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana, Siti Mudayaroh, menyebut pembangunan ZI sebagai bagian dari agenda besar Reformasi Birokrasi Nasional.
Ia menegaskan pentingnya peran Itjen sebagai Tim Penilai Internal sesuai Permen PANRB No. 90 Tahun 2021.
> “Kami memiliki tanggung jawab besar. Mulai dari pendampingan satker WBK/WBBM, evaluasi, hingga klarifikasi aduan maladministrasi. Semua ini demi menjaga budaya integritas di lingkungan Kemenag,” ujarnya.
Paparan dan Evaluasi Zona Integritas Tahun 2025Dalam forum ini, peserta menerima pemaparan menyeluruh terkait:Hasil Penilaian ZI Tahun 2025 oleh Inspektur IV,Penguatan Komitmen dan Kualitas ZI oleh Inspektur I, II, III, dan V.Forum ini bukan hanya ajang diskusi, tetapi juga refleksi strategis untuk mempertajam arah pembangunan ZI ke depan.
Harapannya, satuan kerja berpredikat WBK/WBBM dapat menjadi role model bagi unit kerja lain dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani.
📌 Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat reformasi, memperluas dampak pelayanan publik, dan memastikan setiap program Kemenag berjalan dalam koridor integritas yang kokoh.
Pewarta: TN
Editor: Admin




























































