Beranda HUKUM Kutuk Keras Pembunuhan Didalam Sel, Sekretaris PW IPNU Sumut Minta Kapolda segera...

Kutuk Keras Pembunuhan Didalam Sel, Sekretaris PW IPNU Sumut Minta Kapolda segera Copot Kapolrestabes Kota Medan

453
0

Sahabatnews.com – Medan. Seorang tahanan Polrestabes Medan, Hendra Syahputra, tewas dengan kondisi penuh luka lebam, adik kandung korban Hermansyah menjelaskan, sebelum meninggal dunia, korban sempat meminta sejumlah uang dari mulai Rp 100.000 hingga Rp 5.000.000.

“Ada kepala kamar tahanan yang meminta sejumlah uang seratus ribu, lima ratus ribu dan sudah kami kirimkan melalui transfer, ada bukti transfer dan rekaman percakapan. Namun yang lima juta tidak kami kasih. Awalnya abang kami ini diamankan lantaran dituding sebagai pelaku cabul. Lalu kami serahkan abang ini ke Polsek Pancur Batu. Namun karena di sana tidak punya unit, lalu diserahkan dengan sehat ke Polrestabes Medan. Eh, dapat kabar kami udah meninggal,” terangnya, Kamis (28/11/2021).

Hermansyah melanjutkan, pada tubuh korban banyak bekas lebam seperti dianiaya. Pihaknya sudah mengambil langkah hukum dengan mengautopsi jenazah abangnya dan meminta agar polisi segera mengungkap kasus ini.

Setelah di konfirmasi keenam pelakunya berinisial TR (35) warga Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, yang merupakan tahanan kasus pencurian dengan pemberatan, WS (20) warga Jalan Mayor, Pulo Brayan Medan yang merupakan tahanan kasus kekerasan terhadap orang.

Kemudian J, (25) warga Perumnas Mandala, Kota Medan, yang merupakan tahanan kasus pencabulan, NP (21) warga Jalan Aluminium Gang Jambu, Medan Timur, merupakan tahanan kasus penggelapan.

Selanjutnya, HS (45) warga Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, yang merupakan tahanan kasus penadah barang curian, serta HM (44) warga Jalan Danau Marsabut, Kecamatan Medan Barat, tahanan kasus penadah barang curian.

Tewasnya tahanan ini menjadi perhatian kusus masyarakat yang mempertanyakan kinerja serta lemahnya pengawasan Kapolrestabes Medan sehingga menyebabkan tahanan tersebut tewas, hal tersebut disampaikan sekretaris Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara Surya H Hasibuan.

”Kasus kemtian dalam sel ini adalah kali kedua terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sebelumnya salah satu tahanan juga tewas di Polsek Medan Kota, hal ini menjadi perhatian kita bersama, apakah Kapolrestabes Kota Medan membenarkan kutipan atau pungli di dalam sel seperti itu?, Kemudian dimana pengaplikasian Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab?” jelasnya.

Surya berharap kasus ini segera diusut tuntas agar tidak ada lagi kejadian yang sama terulang ketiga kalinya, kemudian iya juga meminta kepada bapak Kapolri melalui Kapolda Sumatera Utara agar segera mencopot Kapolrestabes Kota Medan.

“Permintaan kita ini sudah yang kesekian kalinya untuk mencopot Kapolrestabes Kota Medan, beliau tidak layak memimpin sektor kota besar, terlalu banyak kelalaian yang terjadi di wilayah hukum Polrestabes Kota Medan selama kepemimpinan nya, secara lembaga kita juga akan menuliskan surat resmi kepada bapak Kapolda Sumatera Utara yang kemudian ditembuskan kepada bapak Kapolri dan bapak Presiden RI agar beliau (Kapolrestabes Kota Medan) segera di copot” tutup Surya (Red/Min).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here