Sahabatnews.com-Medan | Puluhan Massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Mandiri Sumut (JMM) geruduk kantor BP2JKW Sumatera Utara pada Kamis 9 Juni Pukul 13.00 Wib.
Terlihat massa JMM di komandoi oleh saudara Wahyuda Pohan sebagai Kordinator Aksi dan Idris Sarumpaet Kordinator Lapangan, mereka Mengatakan Lemahnya kinerja Kepala BP2JKW Sumut dalam melakukan serapan anggaran dan melakukan pengawasan.
Dari itu kami meminta Pak Basuki Menteri PUPR segera lakukan penyegaran atau evaluasi di tubuh Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Sumatera Utara bahkan Copot Kepala BP2JK nya, Tegas Wahyu.
Arahan Menteri PUPR Balai Pemilihan Pengadaan Jasa Konstruksi agar menerapkan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bentuk pengendalian intern, sekaligus sebagai bentuk penguatan balai atas potensi terjadinya tekanan-tekanan dari pihak internal maupun eksternal pada pelaksanaan tugas tender/seleksi, Artinya apabila ada indikasi main mata sudah tepat untuk copot kepala BP2JK nya “Ujar Wahyu
Sebelum membubarkan diri dari kantor BP2JKW Sumut, Wahyu menambahkan bahwa mereka akan lanjutkan aksi ini ke Kantor Kementerian PUPR agar pak Menteri tahu kondisi anak buahnya di Sumatera Utara ini dan paling penting tentunya mendesak Menteri untuk segera Copot Kepala BP2JKW Sumut, tak lama setelah itu, Massa JMM bergeser ke Kejaksaan tinggi Sumatera Utara.
Di kejaksaan tinggi Sumatera Utara suasana tetap masih kondusif dalam menyampaikan orasi mereka Unjuk rasa kami ini adalah bentuk wujud nyata kami dalam membersamai kejaksaan wujudkan Wilayah Bebas Korupsi di Sumatera Utara, kepada kejaksaan tinggi Sumut kami minta segera periksa proses tender di BP2JK karena diduga ada kejanggalan dan kami duga syarat KKN, Ucap Idris Sebagai Kordinator Lapangan
Sebelum membubarkan diri idirs tegaskan akan lakukan aksi ini terus menerus sampai tuntas, karena sejatinya kami tulus bukan modus.(Red/Min3)































































