Sahabatnews.com-Medan Dua mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) mengalami luka-luka saat ikut dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Medan, Senin (9/2). Kericuhan dipicu oleh tuntutan massa yang mendesak “Copot Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak”.
Aksi unjuk rasa awalnya berjalan tertib, namun berubah menjadi chaos setelah terjadi aksi penarikan dan dugaan pemukulan oleh personel kepolisian terhadap peserta aksi. Dian Lubis mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kiri, sementara Akhyar mengalami lebam.
Koordinator Aksi sekaligus Ketua PC HIMMAH Kota Medan, Imransyah Pasai, menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum dan melaporkannya kepada otoritas tertinggi. “Kami sangat menyayangkan tindakan represif personel Polrestabes Medan terhadap kader kami,” tegas Imransyah.
Imransyah juga meminta kepada Komisi III DPR Republik Indonesia untuk memanggil Kapolrestabes Medan KBP Jean Calvijn Simanjuntak, untuk dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dengan kegagalan dan ketimpangan hukum di Wilayah Kota Medan.
Massa membawa sederet poin “Rapor Merah Kapolrestabes Medan”, di antaranya: DPO Bandar Narkotika masih berkeliaran, Penggerebekan dinilai hanya pencitraan, eks Camat yang bermain judol rugikan negara Rp1,2 miliar menggunakan APBD bebas berkeliaran dan Kapolres diduga tidak berani menangkap.
Imransyah berkomitmen bahwa aksi hari ini hanyalah awal. Ia memastikan akan ada aksi lanjutan pekan depan hingga tuntutan mereka dikabulkan. “Saya pastikan kami akan kembali menggelar aksi pekan depan sampai aspirasi ini diatensi oleh Bapak Presiden dan Bapak Kapolri,” tambahnya.
Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk protes terhadap kinerja Kapolrestabes Medan yang dinilai tidak efektif dalam menangani kasus-kasus di Kota Medan. Massa menuntut agar Kapolrestabes Medan dicopot dari jabatannya.
Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, Imransyah menegaskan bahwa HIMMAH akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga mendapatkan keadilan.
Aksi unjuk rasa ini juga menyoroti isu-isu lain seperti dugaan pungli di Rutan Polrestabes Medan dan kriminalisasi aktivis oleh Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polrestabes Medan.
HIMMAH akan terus memantau perkembangan kasus ini dan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga mendapatkan keadilan.































































