Sahabatnews.com – Jakarta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jika harga minyak dunia terus melonjak akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Purbaya menjelaskan, opsi kenaikan harga BBM ini bisa tidak terelakkan apabila harga minyak melambung tinggi sehingga membuat belanja subsidi BBM dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bengkak.
Dalam asumsi makro APBN 2026, pemerintah menetapkan harga minyak sebesar US$70/barel. Namun, Purbaya menyebut pihaknya sudah melakukan kajian guna mengambil langkah-langkah tertentu apabila nantinya harga minyak menyentuh level US$92/barel.
Purbaya menegaskan pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak global. Pada periode 2012-2013, harga minyak sempat melonjak hingga sekitar US$150/barel, namun ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan.
Bendahara Negara juga menyinggung kebijakan penyesuaian harga BBM pada 2005 yang saat itu dinaikkan hingga 127%. Menurutnya, kebijakan tersebut tetap bisa dijalankan selama diimbangi kebijakan lain yang menjaga pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menilai skenario terburuk tersebut belum tentu terjadi, Jika harga minyak berada di kisaran US$72/barel, maka kondisi fiskal masih relatif aman.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah melesat 19% sepanjang pekan ini. Meskipun demikian, kontrak berjangka tersebut sedikit melandai ke arah US$79/barel pada Jumat pagi setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal akan adanya “tindakan segera” untuk meredam tekanan harga.
Sementara itu, jenis Brent bertahan di kisaran US$85/barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2024 pada Kamis (5/3/2026).
Pasar minyak mentah terguncang hebat oleh konflik yang kini telah melibatkan belasan negara sejak AS dan Israel meluncurkan kampanye militer mereka pada 28 Februari 2026.
Seiring dengan meningkatnya intensitas pertempuran, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti total. Kondisi ini menyumbat pasokan minyak ke pasar global dan memaksa produsen mulai menghentikan produksi, sementara kilang-kilang minyak serta kapal tanker turut menjadi sasaran serangan.
Pemerintah akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan negara.
Katagori : Pemerintah
Penulis : A.Sandy
Editor : Admin3




























































