Sahabatnews.com–Medan Sebanyak 102 atlet Kabaddi U-18 dari sembilan kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur Sumut yang digelar di GOR Binjai, Jalan Danau Poso, Kecamatan Binjai Timur, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan bergengsi yang berlangsung hingga 2 November 2025 itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Binjai, Iwan Setiawan, serta turut dihadiri oleh pengurus KONI Sumut dan sejumlah perwakilan pemerintah daerah.
Namun di balik semaraknya ajang olahraga ini, muncul kembali bayang-bayang polemik lama yang belum terselesaikan di tubuh Kabaddi Sumut.
Honor Panitia Kejurda Kabaddi 2023 Belum Cair
Polemik mencuat terkait honor Wasit dan panitia Kejurda Kabaddi Sumut tahun 2023, yang hingga kini belum juga dibayarkan.
Padahal, kejuaraan tersebut telah digelar lebih dari setahun lalu, tepatnya pada 31 Mei hingga 1 Juni 2023, dengan dukungan penuh dari Ketua KONI Sumut saat itu, Jhon Ismadi Lubis.
Sejumlah wasit dan Panitia mengaku kecewa karena honor yang dijanjikan tak kunjung diterima, meskipun mereka telah menunaikan tugas penuh dalam penyelenggaraan Kejurda yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara.
Informasi ini sebelumnya juga mencuat dalam laporan media daring Sahabatnews.com, melalui artikel berjudul “Honor Wasit Kejurda Kabaddi 2023 Belum Cair, Diduga Diabaikan Pengurus.”
ISNU Medan: Sportivitas Harus Dimulai dari Pengurus
Menanggapi polemik ini, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Medan angkat bicara.
Ketua PC ISNU Kota Medan, Eriza, menegaskan bahwa sportivitas dalam dunia olahraga tidak hanya berlaku di arena pertandingan, tetapi juga harus dicontohkan oleh para pengurus dan pelaksana kegiatan.
“Kami menyayangkan peristiwa yang terjadi di tubuh Kabaddi Sumut sebagai pelaksana Kejurda 2023. Hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika ada transparansi dan tanggung jawab,” ujar Eriza dalam keterangan tertulisnya.
Eriza juga menambahkan, sportivitas sejati dimulai dari kejujuran dan keterbukaan dalam mengelola kegiatan olahraga, termasuk dalam hal keuangan dan penghargaan kepada pihak yang terlibat.
Dorongan Pembenahan dan Transparansi
Lebih lanjut, ISNU berharap momentum Kejurda Kabaddi 2025 ini menjadi ajang pembenahan tata kelola olahraga di Sumatera Utara.
Transparansi, profesionalitas, dan tanggung jawab diharapkan menjadi landasan utama agar ke depan dunia olahraga Sumut semakin berintegritas.
“Kami mendukung penuh semangat olahraga di Sumut, tetapi kami juga menuntut agar prinsip keadilan dan keterbukaan dijalankan. Dunia olahraga tidak boleh ternodai oleh kelalaian administratif,” tegas Eriza.
Dengan semakin banyaknya sorotan publik, para pengurus diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan hak-hak para wasit dan panitia Kejurda Kabaddi 2023.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin




























































