Beranda AGAMA Ulama Madina Menangis, Direndahkan Gubsu Saat Selesai Sholat Subuh

Ulama Madina Menangis, Direndahkan Gubsu Saat Selesai Sholat Subuh

147
0

Sahabat News.com-Medan Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi kembali menyakiti hati umat islam, kali ini ulama besar asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diperlakukan tidak pantas saat selesai sholat subuh di masjid Agung Medan, Selasa (12/1/2021).

Kesaksian dari Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA dan Ustadz H Mahyuddin membuat mantan ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW IPNU SUMUT) Muslim Pulungan geram, pasalnya pengakuan ulama Madina ini mendapat perlakuan dan ucapan kasar dari orang nomor satu di Sumatera Utara.

Peristiwa yang terjadi usai shalat subuh berjamaah di masjid Agung itu bermula saat kedatangan ulama Madina tersebut bersama sekretaris daerah Gozali Pulungan dan beberapa pejabat Pemkab Madina yaitu Samruddin dari Dinas Pendidikan, Rukun Harahap dari Dinas Kesehatan juga perwakilan dari kepala sekolah SD dan SMP (Pauzan Amris dan Defrion) serta pengawas sekolah Zulhan Efendi.

Rombongan yang bermaksud menemui Gubernur Sumatera Utara untuk menguatkan permohonan pelaksanaan sekolah tatap muka sesuai dengan surat Bupati Madina nomor 420/0039/disdik/2021 tanggal 8 Januari 2021 sebagai upaya terlaksananya sekolah tatap muka di Kabupaten Madina.

Menurut Muslim Pulungan kedatangan rombongan tersebut hanya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus memohon ijin terkait aktivitas belajar tatap muka. Namun perlakuan orang nomor satu di sumut itu langsung membentak dan mengeluarkan kalimat “saya penjarakan kau nanti apabila diijinkan sekolah tatap muka dimadina” hal itu disampaikan berulang kali kepada Ulama Madina tersebut ujar Muslim Pulungan. Tanpa putus asa Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA kembali memberi penjelasan terkait keberadaan kalangan pelajar yang sudah terjadi krisis ahlak disebabkan sudah terlalu lama tidak mengikuti sekolah sebagai mana mestinya, iya juga menyampaikan soal keberadaan Covid-19 di Kabupaten Madina yang terdata hanya 1 orang dan itupun pelaku perjalanan. Mendengar penjelasan Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA, Gubsu langsung membentak dengan kalimat “DIAM”, Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA masi terus berusaha meyakinkan Gubernur Sumatera Utara dengan menjelaskan bahwa dikalangan anak didik sudah terjadi krisis ahlak dan moral, terutama di pedesaan para pelajar sudah banyak yang merokok, mencuri dan meresahkan masyarakat terkhusus kalangan orang tua sementara dikota anak-anak siang dan malam menghuni warnet, lalu siapa yang kita salahkan dengan kondisi ini? Namun Gubsu kembali membentak dengan seruan “DIAM” Sambung Muslim Pulungan kepada wartawan Sahabat News.com sembari mencontohkan ucapan Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA.

Sikap kasar Pemimpin Provinsi Sumatera Utara ini bukan kali pertama iya perlihatkan, arogansi dan tempramen menjadi ciri khas khusus orang nomor satu yang dipilih masyarakat sumatera utara pada pilkada 2018 lalu, sebelumnya dikisahkan kembali oleh Muslim Pulungan bahwa beliau juga pernah menghina Wakil Presiden yakni Bapak Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, serta menghina organisasi pemuda Ansor dengan ucapan “PELACUR”  yang hari ini dipimpin oleh Menteri Agama, selain itu beliau juga pernah meresahkan umat Kristiani dengan berencana memusnakan babi, hingga berimbas pada demo berjilid-jilid di Sumatera Utara.

Hal ini menjadi koreksi bersama kata Muslim Pulungan, beliau yang notabenenya panutan serta orang tua bagi seluruh pemuda disumatera utara ini sangat tidak pantas melakukan hal-hal tersebut diatas, “Bagaimana Masyarakatnya Mau Bermoral Dan Berahlak Jika Pemimpinnya Seperti Itu?, Sejatinya Pemimpin Itu Contoh Dan Pelayan Masyarakat Bukan Seperti Jendral Perang Dalam Hutan” ungkap Muslim lagi dengan nada tinggi menahan geram. “Lebih baik bapak Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk konsentrasi pada prestasi saja la dua tahun memimpin sudah membangun apa selain kontropersi?” ungkap Muslim.

Muslim Pulungan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara merasa hal ini tidak bisa dibiarkan “Beliau (Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA  dan Uatadz H Mahyuddin) adalah ulama yang sangat di hormati, hari ini menangis dan direndahkan di depan orang” sesal Muslim “Saya ini sudah tua dan tak sanggup lagi bila di bentak seperti itu” ungkap Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA kepada Gubernur Sumatera Utara, “Tembak saja saya” ucapnya lagi lalu di lerai oleh ajudan Gubsu sambil menariknya kesamping dan mengatakan “Tenang Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA” Bujuk ajudan Gubsu menenangkan, “pak Gubsu kenapa seperti ini, padahal kami datang memberi penjelasan dan menyampaikan permohonan apabila memungkinkan”, terang  Muslim Pulungan mencontoh ucapan Syeh H Abdul Bais Nasution, LC MA.

Bahkan Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan kalimat dan menyebut nama Presiden Joko Widodo dan menanyakan keberadaan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, “Apakah kau bertanggung jawab dan apakah kau bersedia di penjarakan? Tidak senang silahkan adukan ke jokowi kalian itu!, mana bupati kalian itu? Kenapa masi kalian pilih dia? Kalian masi memilih bupati yang tidak sayang pada rakyat” ungkap Muslim lagi mengulang ucapan H Mahyuddin yang meniru ucapan Gubernur.

Sebagaimana di ketahui masyarakat terkhusus kalangan orang tua siswa menyampaikan kekecewaan mereka disebabkan batalnya sekolah tatap muka di kabupaten Madina, awalnya Dinas Pendidikan Kabupaten Madina telah mengumumkan sekolah tatap muka akan di mulai pada tanggal 4 Januari yang lalu tetapi tiba-tiba datang pengumuman pembatalan sekolah tatap muka hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

Muslim Pulungan berharap persoalan seperti ini tidak terulang lagi dan bapak Gubernur Sumatera Utara segera melakukan konfirmasi terkait hal ini, mengingat orang yang disakiti beliau adalah ulama yang dihormati masyarakat dan kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi jika melihat kedzoliman pada ulama terus terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here