Sahabatnews.com-Tuntungan | Sebanyak 5.803 orang mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) mengikuti kegiatan pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan di Kampus IV UIN Sumut Tuntungan, Selasa (30/8).
Hadir dalam kegiatan PBAK tahun 2022 ini, mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, SH, MH yang juga di jadwalkan memberikan orasi ilmiah tentang bahayanya paham radikalisme dan terorisme serta upaya pencegahannya.
Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr Nispul Khoiri, M.Ag dalam laporannya menyampaikan, bahwa untuk kegiatan PBAK tahun 2022 ini, UIN Sumut menerima 6.200 orang mahasiswa baru yang tersebar di delapan Fakultas, sementara yang mengikuti kegiatan PBAK secara langsung berjumlah 5.803 orang.
“Alhamdulillah tahun ini mahasiswa baru UIN Sumatera Utara berjumlah 6.200 orang dan yang mengikuti pembukaan PBAK secara offline berjumlah 5.803 orang”,ujar Dr Nispul Khoiri, M.Ag yang juga menjabat Wakil Rektor III ini dalam laporannya.
Sementara itu Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa UIN Sumut merupakan salah satu Kampus terbesar diantara beberapa Kampus lingkup PTKIN seluruh Indonesia, sehingga mampu berkompetisi secara baik dengan mengedepankan budaya akademik yang tersistematis serta didukung sarana dan prasarana yang representatif sebagai Kampus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
“Pertama kita patut bersyukur dengan kemajuan dan capaian prestasi akademik yang di raih UIN Sumut, ketersediaan sarana dan prasarana sehingga UIN Sumut mampu menampung lebih dari 36.000 orang mahasiswa dengan penyebaran di enam Kampus yang tersebar mulai Kampus Sutomo, Pancing, Pondok Surya, Tuntungan, Sena dan Kota Tebingtinggi, ini membuktikan bahwa UIN Sumut siap berkompetisi dengan Kampus lainnya”,ucap Rektor dalam sambutannya.
Lebih jauh Prof Syahrin mengatakan UIN Sumut akan mampu melahirkan sarjana yang memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai kompetisi global.
“Kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi bersinergi dengan iman atau integration of knowledge sehingga akan lahir dari Kampus ini sarjana yang cerdas dan memiliki iman yang kuat, kader bangsa yang selalu mencintai bangsa dan negaranya”,ujar pakar pemikiran politik Islam ini.
Sementara itu Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, MH dalam orasi ilmiahnya menyampaikan tentang bahaya laten dari paham intoleran sehingga memunculkan sifat radikal berpotensi melahirkan terorisme.
“Kampus memiliki peran strategis dalam menekan paham radikal dan terorisme terutama di kalangan mahasiswa, agar kita mampu melokalisir penyebaran paham ini tentunya dengan pengetahuan agama yang baik, serta kemampuan adaptif kemajuan teknologi sebagai filter dari paham yang bertentangan dengan konstitusi negara kita”,ujar mantan Kadiv Humas mabes Polri ini.
Di sampaikan juga bahwa kejahatan transnasional yang bersifat global sehingga memunculkan pemikiran radikal, sikap intoleran yang hanya menciptakan permusuhan di antara anak bangsa.
“Bahwa kejahatan bersifat global selalu di mulai dengan munculnya paham yang anti konstitusi negara, virus inilah yang akhirnya melahirkan benih intoleran, radikalisme dan terorisme, kita berharap UIN Sumatera Utara mampu mengantisipasi potensi paham radikal di kalangan mahasiswa”,ujar Jenderal Bintang tiga ini.
Acara di akhiri dengan pernyataan bersama Deklarasi menolak Radikalisme dan Terorisme seluruh mahasiswa baru dan civitas akademika sebagai sebuah komitmen kesetiaan pada bangsa dan negara di atas kain putih sepanjang 50 meter.
Penulis : As
Editor : Admin 6




























































