Sahabatnews.com-Batu Bara Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STIT Batu Bara turun langsung melihat dampak lingkungan akibat limbah pelabuhan Kuala Tanjung.
Ketua Komisariat PMII STIT BB Affan Muhaimin mengatakan, pengakuan warga setelah adanya pelabuhan internasional Kuala Tanjung banyak sampah tercecer sehingga lingkungan tercemar dan membuat kurangnya hewan-hewan laut seperti Ikan, Kerang, kepah dan lain-lain.
“Dampaknya menyebabkan hilangnya hewan laut seperti kerang dan kepah, dulu sangat banyak tangkapan kami, bahkan hasilnya bisa tangkapannya bisa disimpan sampai 3 hari, namun saat ini menurun jauh derastis akibat dampak lingkungan yang kotor” ucap Affan menirukan warga yang di ketahui berprofesi menjadi nelayan, (Sabtu, 4/6/2022).
Affan menyayangkan prihal ini di biarkan berlarut-larut, menurut nya Ikan, Kepah, dan Kerang merupakan penghasilan utama masyarakat, jika hal ini dibiarkan akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.
Untuk itu Affan meminta Pemkab Batu Bara melalui Dinas Lingkungan Hidup mengambil langkah tegas mencari solusi, jangan di biarkan berlarut-larut karena ini sangat merugikan masyarakat.
“Saat ini jaman sudah canggih mereka bisa menyediakan alat teknologi pengelola limbah atau menyediakan saluran khusus pembuangan limbah, dan hal itu kewajiban mereka, peran kami sebagai mahasiswa di kabupaten ini adalah kontrol sosial dan perpanjangan aspirasi masyarakat, selanjutnya kami menilai pengusaha sudah keterlaluan tidak mempertimbangkan masyarakat sekitar, untuk itu besar harapan kami Pemkab Batubara satu langkah lebih agresib memperhatikan lingkungan dan pengusaha nakal seperti ini. Jika hal ini tidak di indahkan kami akan turun kejalan untuk langsung menertibkan, tutupnya, (Red/Rsyd/Min1).





























































