Sahabatnews.com-Medan Pencalonan kembali Muryanto Amin sebagai kandidat Rektor USU menuai reaksi banyak kalangan. Muryanto dinilai sudah terlalu banyak melewati batas moral kepemimpinan kampus.
“Rektor USU sudah terlampau banyak melewati batas moral kepemimpinan kampus,” kata Alumni Fakultas Sastra USU, Ansor Harahap, Rabu 17 September 2025.
Ansor yang juga Direktur Lingkar Studi Pembangunan itu menilai nama Muryanto Amin jadi bermasalah seiring KPK memanggilnya berkaitan kasus Dinas PUPR Sumut.
Hal itu dinilai merupakan dampak dari keterlibatan Muryanto jauh masuk wilayah politik praktis. Tidak hanya jadi konsultan politik yang cenderung banyak di wilayah yang menciderai nilai-nilai demokrasi, tapi juga sudah berafiliasi dengan kepentingan politik kekuasaan.
“Bahkan lebih dari itu diduga menjadi pusaran sirkulasi proyek dan jabatan. Tentu hal ini mengindikasikan beliau sudah terlampau jauh melewati batas eksternal kepemimpinan kampus,” ujar Wakil Ketua KNPI Sumut tersebut.
Bila keluar melampaui batas, sambung Ansor, diduga mencemari kehidupan kampus. Salahsatu indkaisnya membawa proyek ke dalam dan membiarkannya diduga bermasalah. Seperti pembangunan gedung UMKM USU yang gawean Pemko Medan periode lalu.
“Kita tidak ingin norma kehidupan kampus diduga sengaja diciptakan relatif otoriter atau sempitnya ruang kebebasan berpikir dan menyanggah,” kata Ansor.
Selama memimpin Rektor USU, Muryanto dinilai Ansor tidak sungguh-sungguh melakukan transparansi dan akuntabilitas kampus. Hingga kini tidak pernah buka suara soal pemanggilan dirinya oleh KPK.
“Kita tidak ingin lebih banyak pihak mencemari nilai-nilai kepemimpinan kampus yang sarat dengan idealisme dan demokrasi, keterbukaan, akuntabilitas,” ujar Ansor.
Penulis: Sahabatnews.com
Editor: Admin1


































































