Sahabatnews.com-Deli Serdang, Gelombang penonaktifan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali berlanjut. Kali ini, giliran Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Hajar Risa, yang harus menanggalkan jabatannya hanya sepekan setelah dilantik.
Hajar Risa baru saja dipercaya menduduki jabatan barunya pada 8 Mei lalu, dalam sebuah pelantikan massal yang digelar di Aula Cendana, Kantor Bupati. Ia merupakan satu dari 113 pejabat eselon III dan fungsional yang mendapat promosi langsung dari Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan.
Sebelumnya, Hajar menjabat sebagai Kabag Umum di Sekretariat DPRD Deli Serdang. Ia menggantikan posisi dr Boyke Sihombing yang juga lebih dahulu dinonaktifkan dari jabatan Sekretaris BPBD.Ironisnya, Hajar Risa sempat menunjukkan kinerja cepat. Hanya dua hari setelah pelantikan, ia turun langsung ke lapangan meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa.Namun, kiprahnya tak berlangsung lama.
Beberapa hari terakhir, Hajar tak terlihat di kantor. Seorang pegawai BPBD mengaku tak mengetahui keberadaannya. “Kami nggak tau bang di mana ibu itu. Udah beberapa hari nggak masuk memang,” ujarnya singkat.
Kepastian soal penonaktifan ini datang dari Sekretaris BKPSDM Deli Serdang, Faisal Rahman. “Bukan dicopot, tapi dinonaktifkan. Saat ini sedang diperiksa Inspektorat. Masalahnya bukan di BPBD, tapi di tempat lama,” kata Faisal, merujuk pada posisinya terdahulu di Sekretariat DPRD.Hal senada diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD, Z A Hutagalung. Ia mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. “Aku baru dikasih tahu hari Jumat lalu oleh Pak Sekda. Masalahnya bukan di sini, tapi di tempat dia sebelumnya,” ucapnya.Hajar Risa menjadi bagian dari daftar panjang pejabat Deli Serdang yang dinonaktifkan Bupati.
Sebelumnya, ada nama-nama seperti Kadis Perkim Heriansyah Siregar, Kadisnaker Budi Iswan Sinaga, Sekwan Binsar Sitanggang, Staf Ahli Bupati Ari Mulyawan, Kadis Damkar Kurnia Boloni Sinaga, serta sejumlah pejabat di Perkim lainnya.Belum ada penjelasan resmi dari Bupati terkait gelombang penonaktifan ini. Namun, langkah-langkah tersebut menimbulkan pertanyaan publik: apa yang sebenarnya terjadi di balik kursi-kursi kekuasaan di Deli Serdang?
Editor : Admin1
Pewarta : Tn



























































