Sahabatnews.com-Medan LS, oknum guru SMP negeri di Kota Medan dilaporkan ke Polrestabes Medan, karena remas-remas bagian intim sejumlah siswinya.
Aksi remas-remas bagian intim siswi SMP yang dilakukan guru SMP negeri itu berlangsung di ruang baca dan ruang kelas.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan bahwa pihaknya tengah memproses laporan para korban.
Sejauh ini, sudah ada lima orang siswi SMP yang melapor telah diremas-remas bagian intimnya oleh terlapor.
“Untuk laporan sudah kami terima, saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Fathir kepada, Minggu (4/12/2022).
Baca Juga : Perkosa Gadis Remaja di Kos-kosan Medan, 2 Pria Kabur Melarikan Diri https://sahabatnews.com/perkosa-gadis-remaja-di-kos-kosan-medan-2-pria-kabur-melarikan-diri/
Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari para korbannya, penyidik akan memanggil sejumlah saksi.
“Saksi pelapor sudah kami mintai keterangannya. Pemeriksaan para saksi dimulai kemarin, sama nanti di hari Senin kami jadwalkan. Untuk terlapor belum kami panggil,” sebutnya.
Baca Juga : Kunjungi Keluarga Korban Pembacokan, IPNU Sumut : Evaluasi Kadisdik Sumatera Utara https://sahabatnews.com/kunjungi-keluarga-korban-pembacokan-ipnu-sumut-evaluasi-kadisdik-sumatera-utara/
Fathir mengungkapkan, selain memeriksa saksi, polisi juga telah mendatangi lokasi tempat kejadian dugaan pelecehan tersebut.
“Kami sudah melakukan olah TKP,” ungkapnya.
Mantan Kapolsek Medan Baru ini menerangkan, kedepan penyidik juga akan memanggil LS, guru SMP negeri yang dilapor melakukan pelecehan.
“Kalau untuk terlapor pasti akan kami panggil nanti,” tuturnya.
Baca Juga: Pemakaman Siswa SMK Negeri 9 Medan Korban Pembacokan Penuh Haru, Pelaku Utama Langsung Ditangkap https://sahabatnews.com/pemakaman-siswa-smk-negeri-9-medan-korban-pembacokan-penuh-haru-pelaku-utama-langsung-ditangkap/
ORANG TUA KORBAN MERASA KESAL DENGAN PELAKU
FK, orang tua dari siswi SMP yang dicabuli pelaku merasa kesal dengan ulah oknum guru SMP negeri tersebut. Menurutnya, perbuatan ini tidak dapat dimaafkan.
Terlebih guru SMP negeri berstatus PNS tersebut melakukannya di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya aman dari segala tindakan pencabulan.
“Rencananya kami akan membuat visum. Ini baru saja selesai membuat laporan,” kata FK, orang tua dari korbannya berinisial AC (14), Sabtu (3/12/2022).
Baca Juga: Tawuran Usai Upacara Hari Guru, Seorang Siswa Tewas Dibacok https://sahabatnews.com/tawuran-usai-upacara-hari-guru-seorang-siswa-tewas-dibacok/
FK mengatakan, ia bak disambar petir ketika mendengar pengakuan anaknya. Mulanya, sang anak takut-takut untuk melaporkan masalah ini.
Belakangan, karena korbannya diduga sudah sering diperlakukan tidak senonoh, korban pun memberanikan diri melapor pada orangtuanya.
Dari keterangan FK, korbannya lebih dari satu orang. Saat ini saja, sudah ada lima orang siswi yang mengaku pernah dicabuli pelaku.
Modusnya tetap sama, yakni dengan cara memeluk, lalu meraba-raba bagian intim para korban.
“Ada yang dipeluk, diremas, kadang dicolek,” kata FK.
Agar aksi bejatnya berjalan mulus, tak jarang oknum guru olahraga SMP negeri itu mengancam para siswa dengan memberikan nilai jelek bila mengadu.
“Pelaku menekan anak-anak ini dengan ancaman nilai,” Sambung FK.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1





























































