Sahabatnews.com – Medan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan melalui Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan menyatakan sikap tegas mengecam segala bentuk teror dan intimidasi terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ilham Panggabean, perwakilan HMI Medan, menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar serangan personal, melainkan ancaman langsung terhadap demokrasi dan kebebasan sipil.
“Kampus adalah ruang intelektual yang dilindungi akal sehat dan kebebasan berpikir, bukan tempat membungkam suara kritis,” kata Ilham. Ia menambahkan bahwa teror terhadap Ketua BEM di lingkungan UGM tidak bisa direduksi menjadi persoalan individu, melainkan preseden buruk bagi demokrasi.
HMI Medan memandang bahwa kritik yang disampaikan oleh BEM UGM terkait Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan isu internasional adalah argumentasi yang logis dan berbasis fakta. “Kritik tersebut berada dalam koridor akademik, rasional, dan sah dalam sistem demokrasi,” tambah Ilham.
HMI Medan juga menekankan bahwa perbedaan sikap semestinya dijawab dengan adu gagasan, bukan dengan tekanan dan teror. “Menjaga nalar kritis adalah tanggung jawab moral kaum intelektual,” kata Ilham.
HMI Medan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merawat kebebasan berekspresi dan menghormati perbedaan sebagai energi perbaikan demokrasi. “Teror tidak boleh menjadi instrumen membungkam kritik,” tegas Ilham.
Dengan demikian, HMI Medan meminta agar pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap Ketua BEM UGM dan menjamin keamanan serta kebebasan berekspresi bagi seluruh mahasiswa.
Katagori : Organisasi
Penulis : A.Sandy
Editor : Admin3































































