Sahabatnews.com-JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pengawasan yang berorientasi pada pencegahan dini (early warning system) dalam setiap pelaksanaan pengawasan internal di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini disampaikan Menag saat menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) Triwulan III Tahun 2025, Kamis (23/10/2025), di Kantor Kemenag, Jakarta.
Menag menekankan bahwa pengawasan yang efektif bukan hanya bertugas menindak pelanggaran, tetapi juga mencegah kebocoran dan penyimpangan sejak dini.
“Saya akan sangat bangga jika Itjen mampu menciptakan sistem pengawasan yang protektif. Bukan sekadar menunggu pelanggaran terjadi untuk kemudian menghukum, tetapi mampu memberikan peringatan dini dan pencegahan awal,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Menurutnya, penerapan sistem peringatan dini dalam pengawasan internal akan memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjaga marwah dan integritas Kemenag.
“Kalau itu dilakukan, saya yakin Kementerian Agama akan semakin kuat marwahnya. Pencegahan itu jauh lebih penting daripada penindakan,” tegasnya.
Itjen Kemenag Perkuat Early Warning System
Menanggapi arahan tersebut, Inspektur Jenderal Kemenag Khairunas memastikan pihaknya akan memperkuat fungsi early warning system dengan mengintegrasikannya ke dalam manajemen risiko pengawasan internal.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Menteri, Itjen akan memperkuat lagi sistem peringatan dini melalui pendekatan mitigasi risiko di setiap tahapan pengawasan. Dengan begitu, potensi penyimpangan dapat diidentifikasi sejak awal dan segera diberikan rekomendasi solutif,” jelas Khairunas.
Ia menjelaskan, laporan hasil pengawasan triwulan ini mencakup audit kinerja, review laporan keuangan, serta berbagai kegiatan pengawasan Asta Protas di seluruh satuan kerja Kemenag.
“Itjen berkomitmen memperkuat fungsi assurance dan konsultatif, sejalan dengan arahan Menag untuk menjadikan pengawasan sebagai sistem perlindungan dan solusi,” pungkasnya.
Menag Apresiasi Kinerja Itjen
Dalam kesempatan itu, Menag juga mengapresiasi peningkatan kinerja Itjen Kemenag yang dinilainya semakin akurat dan solutif dari waktu ke waktu.
“Saya optimistis dengan hasil kinerja Itjen. Berdasarkan pengalaman, saya tahu Itjen mampu memotret persoalan secara mikro dan memberikan solusi yang konkret. Itu sangat saya apresiasi,” ucap Menag.
Laporan hasil pengawasan triwulan ini, lanjutnya, merupakan bentuk pertanggungjawaban Itjen Kemenag sekaligus sarana untuk memastikan bahwa pengawasan internal tidak hanya mencari kesalahan, tetapi memberikan nilai tambah bagi tata kelola dan pelayanan publik di Kementerian Agama.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin

































































