Sahabatnews.com-Medan Nama AKBP Yasir Ahmadi kembali mencuat setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksanya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut), yang menjerat mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting, sebagai tersangka utama.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membenarkan bahwa mantan Kapolres Tapanuli Selatan tersebut diperiksa terkait aliran dana dalam proyek infrastruktur yang tengah diusut KPK.
“Itu mantan Kapolres Tapanuli Selatan (yang diperiksa), AKBP YA (Yasir Ahmadi),” ungkap Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Hingga kini, keterlibatan Yasir Ahmadi masih berstatus sebagai saksi. KPK belum merinci secara spesifik sejauh mana keterkaitan perwira menengah Polri itu dalam perkara ini. Namun, pemeriksaan terhadap Yasir diyakini untuk mendalami dugaan aliran dana proyek jalan dan proses pengadaan yang melibatkan berbagai pihak.
“Penyidik terus menelusuri bagaimana proses pengadaan proyek hingga aliran dana ke berbagai pihak, termasuk proyek-proyek di Balai Besar PJN 1 Wilayah Sumut dan PUPR Sumut,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (Rabu, 23/7/2025).
Jejak Kebersamaan AKBP Yasir dan Topan Ginting
Nama Yasir Ahmadi sempat menjadi perbincangan setelah beberapa foto kebersamaannya dengan Topan Ginting beredar luas. Salah satu foto memperlihatkan keduanya berada di areal persawahan, sementara lainnya memperlihatkan Yasir mendampingi Topan saat peninjauan proyek jalan.
Publik pun mulai mempertanyakan hubungan antara perwira menengah Polri itu dengan tersangka kasus korupsi jalan yang disebut-sebut dekat dengan Bobby Nasution.
Profil dan Karier AKBP Yasir Ahmadi
AKBP Yasir Ahmadi bukan sosok baru di Sumatera Utara. Ia lahir di Padangsidimpuan, 25 November 1983, dan merupakan anak kedua dari lima bersaudara, pasangan Drs H Ahmad Syaukani dan Farida Hanum, S.Pd.I.
Lulusan SMU 2 Plus Matauli Sibolga (2002), Yasir kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus tahun 2005. Karier kepolisiannya dimulai di Polda Riau, lalu menjadi Kanit Regident Satlantas dan Kanit Reskrim Polsek Dumai.
Yasir pernah tergabung dalam Tim Anti Illegal Logging Polda Riau, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di PTIK Jakarta dan menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) pada 2013.
Sejak saat itu, kariernya terus naik. Ia dipercaya menjabat Kapolsek Lubukpakam, lalu dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Langkat. Di Medan, Yasir menjabat sebagai Kapolsek Medan Labuhan, Kapolsek Patumbak, dan Kapolsek Sunggal.
Yasir juga sempat mewakili Polda Sumut dalam misi perdamaian PBB di Darfur, Sudan, serta pernah menduduki jabatan penting sebagai Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar.
Pada 2019, Yasir Ahmadi mendapat penghargaan Pin Emas dari Kapolri (saat itu Jenderal Tito Karnavian) atas prestasinya sebagai Polisi Teladan dan Penggerak Revolusi Mental.
Setelahnya, ia menjabat Kabag Ops Polrestabes Medan, dan akhirnya diangkat sebagai Kapolres Tapanuli Selatan pada tahun 2023.
Hingga saat ini, KPK belum menyampaikan secara resmi apakah status Yasir Ahmadi akan berkembang lebih lanjut. Namun, publik terus menanti kejelasan dari proses hukum yang tengah berlangsung, terutama menyangkut proyek-proyek strategis di Sumatera Utara yang terindikasi korupsi.
Pewarta : TN
Editor : Admin




























































