sahabatnews.com-Medan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Medan memberikan apresiasi tinggi atas langkah tegas Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang dinilai berhasil menekan transaksi judi online (judol) secara signifikan hingga 57 persen sepanjang 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Medan, Muhammad Husein Tanjung, dalam keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (20/1/2026).
Menurut Husein, di bawah kepemimpinan Meutya Hafid, Indonesia mencatat sejarah baru dalam perang melawan judi online. Keberhasilan ini bukan sekadar capaian statistik, tetapi berdampak nyata terhadap ketahanan ekonomi keluarga, khususnya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Data terbaru menunjukkan penurunan drastis nilai transaksi judi online sebesar 57 persen. Berdasarkan catatan PPATK, nilai transaksi yang sebelumnya mencapai Rp359 triliun pada 2024, kini berhasil ditekan menjadi Rp155 triliun pada 2025,” ungkap Husein.
Ia menegaskan, penurunan tersebut setara dengan menyelamatkan lebih dari Rp200 triliun uang rakyat agar tidak mengalir ke kantong sindikat judi online.
Pemblokiran Terbesar dalam Sejarah Digital Indonesia
Husein juga menyoroti langkah agresif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komunikasi dan Digital) yang telah memblokir 2.458.934 situs dan konten judi online sejak 20 Oktober 2024 hingga awal November 2025.
“Ini merupakan angka pemblokiran terbesar dalam sejarah digital Indonesia. Lebih dari 2,1 juta di antaranya adalah situs judi aktif, sementara sisanya berupa konten provokatif yang tersebar di platform besar seperti Meta, Google, YouTube, dan X,” jelasnya.
Tak hanya itu, partisipasi pemain judi online dari kelompok masyarakat berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan juga mengalami penurunan tajam hingga 67 persen.
“Kebijakan Menkomdigi ini bukan sekadar mematikan situs, melainkan melindungi uang belanja rumah tangga, biaya pendidikan anak, serta tabungan masa depan keluarga Indonesia dari jeratan ilusi kemenangan judi,” tegas Husein.
Edukasi dan Penindakan Ubah Perilaku Masyarakat
Ketegasan pemerintah dalam memberantas judi online turut mempersempit ruang gerak sindikat judol. Hal ini tercermin dari penurunan nilai deposit masyarakat lebih dari 45 persen, dari Rp51 triliun menjadi sekitar Rp24,9 triliun.
“Ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi publik dan pemblokiran masif efektif mengubah perilaku masyarakat secara signifikan,” pungkasnya.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin
































































