Sahabatnews.com-Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan kembali merombak jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/11/2025). Perombakan ini menjadi bagian dari agenda besar reformasi birokrasi yang akan terus berlangsung hingga akhir Desember 2025.
Dalam pelantikan yang digelar di Aula Kantor Bupati Deli Serdang tersebut, sebanyak 20 pejabat struktural dan 4 pejabat fungsional resmi digeser dan diberi amanah baru. Rotasi ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan akibat pensiun maupun perpindahan tugas.
Salah satu pejabat yang mengalami pergeseran adalah Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil, Drs. H. Misran Sihaloho, yang telah menjabat selama 3 tahun 3 bulan. Ia dipindahkan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, menggantikan Hj. Syarifah Alawiyah yang pensiun akhir bulan lalu.
Sementara posisi Kadisdukcapil kini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) dan akan masuk dalam proses lelang jabatan.
Selain pejabat eselon II, sejumlah pejabat eselon III dan IV serta beberapa Kepala UPT Kecamatan di lingkungan Bapenda Deli Serdang turut dilantik.
Bupati Asri Ludin Tambunan: Ini Awal Gelombang Reformasi Birokrasi
Dalam amanatnya, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial atau rotasi rutin, tetapi merupakan langkah awal dari gelombang reformasi birokrasi yang sedang dicanangkan Pemkab Deli Serdang.
“Pelantikan hari ini adalah momentum awal reformasi birokrasi yang akan terus berlanjut hingga 30 Desember 2025,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa dr. ACI itu menjelaskan, target utama reformasi tersebut adalah terbentuknya struktur pemerintahan yang ideal, tangguh, fit, kreatif, dan siap memberikan pelayanan publik terbaik di tahun 2026.
Pesan Tegas Bupati: Tinggalkan Budaya Buruk, Hentikan Mental Memperkaya Diri
Dalam kesempatan itu, Bupati Asri juga menyampaikan pesan keras kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia meminta seluruh aparatur meninggalkan budaya lama yang dinilai menghambat pelayanan publik, termasuk tindakan yang mengarah pada memperkaya diri sendiri.
“Tinggalkan perilaku buruk, tinggalkan ego sektoral, dan berhentilah menjadikan jabatan sebagai jalan memperkaya diri. Jabatan bukan untuk membuat Anda kaya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa jabatan hanya dapat dipertahankan melalui kinerja, bukan melalui kedekatan atau praktik tidak etis lainnya.
“Syukuri jabatan Anda. Jabatan itu bernilai dari hasil kerja, bukan dari apa yang Anda kumpulkan,” ujar dr. ACI.
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin


































































