Sahabatnews.com-Medan Proyek ambisius Gubernur Sumatera Utara, adalah Pembangunan Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara untuk Kepentingan Strategis Daerah Provinsi Sumatera Utara, senilai Rp2,7 Triliun, di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruski (DBMBK),Tahun Anggaran jamak mulai 2022-2024. Terus menuai polemik.
Jika beberapa pekan lalu menguap proses penganggarannya lewat Perda APBD Provsu Tahun Anggaran 2022, senilai Rp500 miliar menguap di DPRD Sumut dan diduga menabrak regulasi hingga berujung di PTUN-kan Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Sumut.
Terkini, disebut-sebut salahsatu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di lingkungan DBMBK mengundurkan diri, kabarnya pun miris. Kalau pejabat setingkat eselon III itupun disebut-sebut tak mau mengambil resiko bakal berurusan di ranah hukum di proyek itu.
Salah seorang pria berkulit sawo matang, di lingkungan DBMBK Provsu nyeloteh. “Masak kelen tak tau KPA proyek Rp2,7 Triliun mengundurkan diri. “Iyalah cocok IZ itu mundur. Sekarang memang aman tapi nanti waktu proyek uda siap, beresiko berurusan ke ranah hukum, soalnya proyek ini nilainya terbilang fantastis, tentulah jadi sorotan,” ocehnya. (25/5)
Apalagi, lanjut pria berambut plontos itu, mulai dari awal proyek ini sudah menuai masalah, “Kan sama-sama kita ketahui proses penganggarannya saja sudah menuai masalah, tentulah diduga kuat berimbas pada pelaksanaannya,” ulasnya
Tak cuma itu, selanjutnya pria yang mengenakan sepatu ala tentara itu juga mengatakan, dalam proses lelang proyek itupun menuai masalah, di antaranya sampai tiga kali dilakukan lelang dengan tiga kode lelang.
Pria itupun menyatakan ke anehan di proyek tersebut. “Proyek Rp2,7 triliun itu aneh juga, terlalu banyak kali Pejabat Pembuat Teknis Komitmen (PPTK),” celutuknya sembari bilang kalau namanya jangan dicatut.
Sayangnya, soal penguduran diri KPA itu, Kepala DBMBK Provsu Bambang Pardede tak bisa dikonfirmasi saat coba ditemui di kantornya, salah seorang stafnya mengatakan, kalau atasannya itu berangkat ke Jakarta.
Begitu juga saat ditanya keberadaan Sekretaris DBMBK, staf yang duduk di meja piket Gedung utama DBMBK itu juga mengatakan, kalau Sektraris sedang TL (Tugas Luar). “Sepertinya mereka sama-sama ke Jakarta,” tambahknya. (Red/dra/Min1)




























































