Sahabatnews.com-Medan Aulia akhirnya angkat suara menjawab semua pemberitaan negatif yang merugikan dan mencemarkan nama baiknya, Rabu siang (28/12/2022).
Anggota Komisi A DPRDSU bidang hukum/pemerintahan ini menjelaskan, mekanisme pengguliran dana Bansos Hibah APBD Sumut TA 2022 memang direkomendasikannya untuk membangun 15 sekolah tingkat TK/PAUD dan SD di Medan Utara. Selanjutnya Pemprovsu mencairkan dana ke rekening 15 sekolah sekira bulan Mei-Juni 2022. Aulia menyebut, setiap sekolah menerima Rp. 200 juta.
“Jadi gini Bang, data mereka aja salah mengatakan 17 sekolah penerima Bansos. Gitulah kalo gak konfirmasi. Ngaco semua beritanya. Saya tegaskan ya, hanya 15 sekolah di Medan Utara menerima dana Bansos dari Pemprovsu. Bukan 17 sekolah. Pembangunan 15 sekolah masih berjalan sampai sekarang. Lucunya, tiba-tiba muncul aksi unjukrasa, tuduhan dan berita hoax dari LSM. Anehnya lagi, diberitakan membabi-buta tanpa konfirmasi oleh beberapa oknum wartawan/media cetak serta online yang memojokkan saya melakukan Pungli.
Luar biasa mengerikan cara-cara mereka membunuh karakter saya,” heran Aulia.
Marak Pihak Tertentu di Lokasi Pembangunan Sekolah
Kenapa bisa muncul tuduhan Pungli dan benarkah Anda melakukannya ? Legislator asal Dapil Sumut 1 Kec Medan Kota, Kec Medan Denai, Kec Medan Deli, Kec Medan Belawan, Kec Medan Amplas, Kec Medan Area, Kec Medan Marelan, Kec Medan Labuhan, Kec Medan Tembung, Kec Medan Perjuangan dan Kec Medan Timur itu justru melepaskan tawa kecil. Sembari memperbaiki cara duduk, Aulia menilai kemunculan isu Pungli tidak diketahui sejak kapan, siapa menghembuskan dan apa motif melatarbelakangi. Namun berdasarkan informasi sebagian pengelola sekolah, singkap Aulia, belakangan marak nongol orang-orang mengatasnamakan diri LSM dan wartawan di beberapa lokasi pembangunan sekolah. “Sekolah kan sedang dibangun nih. Tenggat selesai paling lama bulan 2 tahun 2023. Saat pembangunan berjalan, ternyata pihak-pihak tertentu rajin datang memantau proses pembangunan. Mengatasnamakan LSM/wartawan. Saya dapat infonya dari beberapa Kepala Sekolah (Kepsek) di Medan Utara, beber Aulia.
Berasumsi Negatif Sepihak
Politisi muda Partai Gerindra tersebut melanjutkan, merujuk keterangan sebagian Kepsek, orang-orang mengatasnamakan LSM/wartawan mempersoalkan kondisi fisik sekolah yang sedang dalam proses pembangunan. Lalu berasumsi negatif sepihak bahwa pembangunan sekolah tidak selesai, kurang beres dan mangkrak karena anggaran diPungli. “Lucu gak Bang, isu Pungli kok ditariktarik hanya melihat fisik bangunan yang belum selesai ? Kan ke-15 sekolah masih tahap pembangunan. Waktu pengerjaan aja sampai Februari 2023,” kata Aulia. Artinya, terang dia lebih jauh, ketika bicara pembangunan infrastruktur fisik di Medan Utara, terlalu banyak faktor yang mempengaruhi. Diantaranya banjir rob kerap terjadi, pencurian material bangunan hingga realitas geogravis semisal di Belawan (Bahari) yang harus menyeberang membawa bahan-bahan material.
Sesalkan Berita Media Tanpa Konfirmasi
Siapa yang menggerakkan berita-berita negatif ? Aulia spontan menegaskan tidak mau berandaiandai. Dia sangat menyesalkan beberapa berita media secara terbuka mempublis nama lengkap dirinya tanpa konfirmasi (bukti) seputar tuduhan Pungli dana Bansos pembangunan 15 sekolah di Medan Utara. Begitu pula isi pemberitaan yang tidak didukung keterangan para pihak berkompeten (15 pengelola sekolah). Mengakibatkan timbul prasangka tidak benar, mengandung hoax, tidak bertanggungjawab, mencemarkan nama baik serta bermuatan delik pidana. “Saya rasa ada pihak-pihak sengaja mencemarkan nama baik saya. Kemudian menyebarkan berita bohong melibatkan oknum wartawan, media massa dan LSM. Sayangnya tak 1 pun wartawan/media/LSM itu konfirmasi ke saya. Jelas sekali oknum wartawan/media tersebut melanggar etika/kode etik jurnalistik. Setahu saya setiap berita atau tulisan mengandung delik harus memenuhi konfirmasi cover both side/all side. Jadi mereka terindikasi pidana menebar hoax lantaran ikut mencemarkan nama baik saya, Intinya jatuh ke ranah pidana. Saya nyatakan tidak melakukan Pungli terkait dana Bansos pembangunan 15 sekolah di Medan Utara,” cetus Aulia mantap.
Aulia Siapkan Somasi & Gugatan
Lalu, apa langkah Anda kedepan termasuk menyahuti pengaduan LSM ke Kejatisu ? Aulia langsung mengimbau orang-orang yang mencurigai Pungli untuk melakukan cross check terhadap 15 pengelola sekolah. “Tanyakan aja pada 15 Kepsek di sana, sederhana toh ? Bukan malah seenaknya oknum wartawan, media/LSM memberitakan sepihak tanpa konfirmasi. Hargai dan berikan dong hak-hak saya menjawab. Selama ini saya diam. Tapi saya pikir-pikir rasa keadilan saya sudah dirampas orang-orang tak bertanggungjawab. Saya segera lakukan somasi dan gugatan hukum,” yakin Aulia, seraya mempersilahkan penegak hukum turun menyelidiki/menyidik sesuai laporan pihak tertentu. “Sebagai warga negara yang baik, saya siap taat menjalani proses hukum. Cuma kalo tuduhannya gak benar atau tanpa bukti, menebar berita hoax dan mencemarkan nama baik, ya saya punya hak menggugat balik,” timpalnya lagi.
Ayo Awasi, Tapi Jangan Langgar Pidana
Terakhir, Aulia berterimakasih kepada berbagai kalangan yang rutin memantau atau mengawasi proses pembangunan 15 sekolah di Medan Utara. Dengan demikian proses pembangunan fisik sekolah bisa semakin maksimal. Aulia sepakat, pengawasan pembangunan 15 sekolah di Medan Utara patut dilakukan berbagai elemen. Namun dia mengingatkan, pengawasan jangan justru berorientasi vested interest (kepentingan tersembunyi). Apalagi oknum LSM tertentu sengaja teriak-teriak melalui aksi demo tanpa didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara oknum wartawan/media hanya menerima informasi sepihak tanpa konfirmasi. Sehingga berpotensi terlibat pencemaran nama baik, menebar berita hoax dan terindikasi melanggar pidana. Aulia juga percaya, pengawasan bertanggungjawab berkorelasi pada sikap hatihati 15 manajemen TK/PAUD serta SD di Medan Utara. “Pengawasan yang baik tentu menuntun 15 Kepsek benar-benar menggunakan anggaran diterima untuk kepentingan pembangunan sekolah,” simpul M Aulia Rizky Agsa.
Kepsek Bantah Pungli
Kepsek TPO AZ ZAHRA Novie Shah Putri, SE, menjelaskan melalui ponselnya, Rabu (28/12/2022). Ia membenarkan menerima uang Bansos Hibah Pemprovsu dari APBD Sumut TA 2022 sebesar Rp. 200 juta. Novie menginformasikan, alokasi dana telah diarahkan membangun/rehab sekolah TPO AZ ZAHRA. “Beberapa bulan lalu kami terima uang Rp. 200 juta melalui rekening sekolah. Tanpa potongan atau tidak ada Pungli 1 rupiah pun,” tuturnya. Dia menambahkan, penerimaan uang dikuatkan pula dengan membuat surat pernyataan resmi di atas meterai. “Saya teken surat pernyataan menerima uang bantuan APBD Sumut Rp. 200 juta. Tak ada potongan/Pungli 50 persen. Kini uang sedang digunakan membangun/rehab TPO AZ ZAHRA,” tutup Novie.
Penulis : M. Iksan
Editor : Admin1




























































